Anak stres berat, dan Melukai Diri

Stres memiliki dampak langsung dan nyata pada kesehatan mental. Stres kronis menyebabkan depresi, atau justru memperburuk depresi yang ada sebelumnya.

Atasi dengan: Rutinlah berolahraga. Olahraga dapat meningkatkan produksi neurotransmitter dan endorfin. Keduanya dapat meningkatkan mood dan menurunkan risiko depresi, penyakit jantung, stroke, diabetes, dan kanker.

Ketika sedang stres, suatu bagian otak yang disebut sebagai hipotalamus memicu pelepasan hormon adrenalin dan kortisol.

Adrenalin meningkatkan denyut jantung dan tekanan darah, sedangkan kortisol menaikkan gula darah.

Sebut saja namanya andi, Ia berumur 17 tahun, Ia anak dari seorang suami istri yang menyandang gelar dokter doktor dan merupakan guru besar di salah satu perguruan tinggi negeri dan merupakan lulusan luar negeri.

Istrinya atau ibunya menghubungi saya melalui whatsapp di 089613612972, Ia konsultasi mengenai anaknya yang suka berteriak tanpa sebab, sering mengalami kerasukan, bahkan melukai dirinya.

Istrinyapun menyebutkan bahwa anaknya suka berbicara kotor, Ia tidak tau jelas mengapa anaknya bisa seperti itu,

Pengakuan orang tuanya, Tidak ada salah satu diantara mereka yang mengeluarkan kata-kata binatang atau kotor, bahkan diruang lingkungan sekolahnya baik-baik saja,

Anak tersebut sejak SD hingga SMA, bersekolah di sekolah islam terbaik di Makassar. Jadi mereka yakin, tidak ada orang yang mengajarkannya berbahasa seperti itu.

Ini juga diperkuat, Karena sekolah islam yang ia tempati, Kebanyakan menghasilkan penghapal Quran. Jadi mereka menganggap, sekolahnya tidak berdampak negatif pada anaknya.

Setelah saya berdiskusi dengan Ibu dari anak tersebut, dan memberikan google maps saya https://g.page/risman-aris-hipnoterapis?share beserta website saya, http://coachrismanaris.com/klinik-kantor-hipnoterapi/

Kemudian saya mengatur jadwal untuk bertemu dengan mereka….Seminggu kemudian, Anak itupun berada didepan mata saya bersama ibunya, Mereka ditemani oleh supirnya.

Sang Ibu, Kemudian menceritakan ulang masalah anaknya, namun ia menambahkan, Bahwa beberapa hari kemarin, ia sempat tak mau keluar rumah, dan ngamuk. Ia memecahkan cermin dan beberapa perabotan.

Sang ibu juga mengatakan bahwa ia sudah dibawah ke ahli jiwa dan menjalani 4 sesi. namun tidak ada perubahan, bahkan sudah membawanya ke Ustad untuk di Ruqyah berkali-kali, namun anaknya tak kunjung berubah,

Pernah juga di bawa ke dokter jiwa, namun anaknya hanya memakan obatnya selama seminggu, kemudian ia tidak mau lagi meminum obat tersebut.

Mendengarkan hal ini, pada dasarnya saya bingung dan tak tak apa yang harus saya lakukan. Karena mereka telah melalui pengobatan hingga 2 tahun, namun tak kunjung ada perubahan.

Ketika anak tersebut saya ajak bicara, Ia cuman berkata, “Hmm”, “YA”, “Tidak”, “Tidak Tau” atau diam.

Sangat sulit berkomunikasi dengan anak tersebut.

Kemudian saya menggunakan pendekatan NLP (Deep Building Rapport), dan mulai dari pembahasan hobi dan cita-citanya. Alhamdulillah ada perubahan mulai dari perubahan ekspresi hingga ia mulai banyak bercerita.

Ia pun menyebutkan bahwa ia hobi sekali membaca komik, editing vidio dan gambar, dan ia memiliki impian jadi fotografer profesional atau sutradara film.

Ketika Andi menyebutkan ini semua, Saya melihat bahasa tubuh Ibunya Andi, yang tidak menyukai impian andi.

Sayapun menyimpulkan sementara bahwa ada something wrong, dalam keluarga ini. Kemudian saya bertanya kepada andi.

“Andi mau tidak saya terapi kamu agar bisa makin bersemangat mencapai impian kamu, yaitu menjadi fotografer profesional atau sutradara film ?”

Sontak, Andi Riang, dengan menganggukan kepalanya 5 kali sambil tersenyum.

Kemudian saya tanya kembali, “Andi mau kakak terapi, di temani ibu, atau ibu sebaiknya diluar ?”, Andi pun menjawab, “Diluar”

Karena ini keputusan klien saya, Maka saya meminta Ibunya menunggu keluar, Walaupun agak jengkel, Saya tetap menasehati ibunya.

Untuk menuruti dulu apa kemauan Andi agar proses Hipnoterapi berjalan dengan lancar. Ibunyapun memahami kondisi ini.

Setelah ibunya keluar, Saya mengajak Andi ke kursi santai.

“Baik andi, Kita berdoa dulu …. Aamiin, Sekarang kamu hitung 10 ke 1, setiap hitungannya buat diri kamu menjadi semakin ngantuk yah”

Ia pun mengikutinya dengan sangat baik, Hingga pada hitungan 1, ia pun sudah tertidur, Sekarang giliran saya mengambil alih pikiran bawah sadar Andi, Langsung pula saya bertanya,

“Mengapa andi bisa seperti itu ?”, Andi pun bercerita.

Ia mengatakan banyak hal, Mulai dari

Ayah :
Ia sangat membencinya, salah sedikit, Andi langsung di pukul dan dicaci maki oleh ayahnya, Misalnya bajunya terbalik, salah dalam menjawab hitungan atau pertanyaan dan sebagainya. Setiap kali terjadi Ayahnya langsung berkata,

“Kau tau, waktu ayah kecil, ayah tidak sebodoh kamu, itulah mengapa ayah bisa menjadi seorang profesor”,

Ia pun sering dibanding-bandingkan dengan kakak-kakaknya yang sudah menjadi dokter dan beberapa lagi jadi Koas.

Ia pribadi tidak mau menjadi dokter, karena hampir semua keluarga dekatnya adalah dokter atau dosen di Fakultas kedokteran.

Saking kesalnya, dalam kondisi terhipnosis ia berteriak, “Besok-besok kau semua (keluarganya yang dokter) akan bekerja di Rumah Sakitku, Saya akan perintah perintah kalian semua”

Sekarang saya mulai paham, mengapa Andi seperti ini. Andi juga mengatakan begitu lelah menjalani hidup, Ia juga mengakui ia sering berpesta miras dirumah temannya bahkan juga ternyata ia perokok. Dan orang tuanya tau.

Agar tidak ribet, Info tersebut tidak saya beritau Ibunya. Ia sekolah dari pagi hingga sore, Ia harus ikut les di jam 7 malam.

Dan Ia hanya boleh libur dihari Minggu, namun minggu malamnya andi, diminta untuk melaporkan hasil belajarnya kepada Ayahnya.

Setiap kali salah, Ayahnya mengatai Andi, Anak yang Bodoh, tolol, kau seperti bukan anakku, Anakku semua pintar makanya ia sudah jadi dokter, tak jarang hatinya begitu terluka.

Kakak-kakaknya :

Kadang pula Ayahnya jika tak punya waktu, Meminta kakak-kakanya untuk menggantikan Ayahnya untuk mengavaluasi Andi. Apa yang di katakan ayahnya ketika Andi salahpun, Tak jauh berbeda dengan Ayahnya.

Ibunya :
Demikian pula Ibunya, Ibunya yang dokter, dan mengambil S2 dan S3 di luar negeri, yang jarang memperhatikan Andi, Hanya bisa diam dan tidak tau harus seperti apa agar andi bisa baik dan menjadi cerdas.

Kata dia, Andi juga diikutkan oleh Ibunya aplikasi “R***g G**u”, Namun karena andi tidak tertarik, Andi mengabaikan hal tersebut.

Andi kesal dengan Ibunya, ia tak mampu mengerti apa keinginan andi. Ibunya juga berharap kelak ia jadi dokter atau dosen di FK seperti ayah, ibu dan 4 orang kakak-kakaknya.

Setelah mengetahui ini semua, Kemudia saya melakukan beberapa tehnik. Namun yang mengherankan adalah, Iya tidak ingin memaafkan ayahanya.

Sayapun menghabiskan banyak waktu untuk bernegosiasi dengan pikiran bawah sadarnya agar memaafkan ayahnya, namun tidak bisa.

Sayapun menggali lagi,

mengapa hal tersebut bisa terjadi :

Ternyata, Ia pernah mendapati Ayahnya dengan perempuan lain di kamarnya, disaat itu semua orang dirumahnya pergi, itu terjadi saat Ibunya menempuh S3 di Belanda. dan kakak-kakaknya bekerja.

Andi pada saat itu, Bolos (pukul 14.00_ dan pulang kerumah, tak disangka, Ayahnya ada dirumah. Ia melihat adegan Sex ayahnya bersama perempuan yang ia tidak kenal.

Ia sering memergoki ayahnya, Bolos demi ingin melihat kejadian dirumah. Bahkan Andi mendengarkan ayahnya, saling bertukar kata “Sayang” di telepon.

Andi begitu kesal akan kejadian itu, Ayahnya menghianati ibunya diam diam. Karena takutnya ibu atau keluarganya rusak, Iapun tak pernah melaporkan kejadian tersebut kepada ibunya.

Tetapi ia pernah keceplosan kepada kakaknya, ketika kakaknya menampar dia, dan mengatai dia, “Anak setang kau, Bodoh dan Tolol, kau memang buntu dan tidak bakalan pernah bisa seperti ayah”

Iapun membalasnya, “Memang saya tidak mau jadi seperti bapak, tukang selingkuh”,

Hanya saja kakaknya tidak percaya, dan kembali memukul Andi, Andi langsung kabur dari rumah. namun hanya – dari 4 jam, ia kembali kerumah.

Mengetahui hal ini memang tidak mudah, Andi memaafkan Ayahnya, Alhasil saya tidak bisa memaksakan kehendak Andi untuk bisa memaafkan ayahnya. hanya saja saya bernegosiasi agar ia mampu bangkit setelah ini.

Tak apa ia menyimpan dendam, dan tetap menyimpannya. Pikiran bawah sadarnya akan melepaskan dendam itu ketika ia diizinkan masuk ke

1. Fakultas ilmu bisnis dan manajemen atau
2. Ilmu Kesehatan Masyarakat, Prodi Manajemen Rumah Sakit.

Ini mungkin sangat beresiko, jika kelak kedua orang tua anak ini tidak mengizinkan Andi kuliah, bukan ke fakultas kedokteran.

Alhamdulillahnya, Selain itu Ia telah ikhlas dan pasrah akan masa lalunya, iapun memaafkan kakak dan ibunya.

Hanya saja untuk membangun rumah sakit itu tidak saya pudarkan, namun membuat itu jadi motivasi terkuatnya, dan kemudan saya perbesar dengan Future Pacing Therapy yang di kombinasikan dengan Amplify Anchor.

Alhamdulillah 1 jam 18 menit, terapi selesai. dan saya berjanji pada andi, mengenai hal ini saya rahasiakan, dan takkan memberitaukan kepada Ibunya.

Setelah itu saya minta andi keluar sebentar. dan memanggil ibunya keruangan.

Saya kemudian mendiskusikan beberapa hal ini kepada Ibunya, Apa-apa saja yang ibunya harus lakukan, agar Andi betul-betul berubah, atau memperkuat sugestinya, sugesti yang akan membuat Andi menjadi anak yang baik dan penurut.

Seperti : Liburan bersama keluarga, Stop mengekang Andi dalam pelajarannya, membiarkan ia mengeskplorasi dirinya, mengaktualiasikan dirinya, dan mendukung apapun yang dilakukan oleh Andi.

Alhamdulillah semua itu, diterima oleh ibunya.

Setelah semuanya selesai, 2 minggu kemudian, Saya di Whatsapp oleh Ibunya,

Ia mengatakan, Andi sangat berubah. Ia menjadi andi yang baik dan tidak pernah lagi berteriak atau melukai diri. Sayapun meminta nomor whatsapp andi.

Setelah saya japri Andi, Andi membalasnya, Orang tua saya mengizinkan saya kuliah pada jurusan ilmu bisnis atau kesehatan masyarakat.

Alhamdulillah, Walaupun tanpa sesi 2, sepertinya akan happy ending.

Terima kasih buat anda yang telah membaca kisah klien saya, Semoga kisah Andi (samaran), bisa menjadi pelajaran buat kita semua.

Silahkan dishare, jika bermanfaat.

.
Coach Risman A
Your Hypnotherapist

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *