Apa itu Hipnosis, Hipnotis, dan Hipnoterapi? Ini Penjelasan Lengkapnya!

Apa itu hipnotis? Apa itu hipnosis? Apakah hipnotis dan hipnosis itu sama?

Anda mungkin sering mendengar istilah hipnotis. Kata ini seperti sudah sangat umum dibicarakan di masyarakat kita, sampai-sampai kata hipnotis sering digambarkan sebagai kondisi yang luar biasa.

Misalnya jika seseorang mengatakan, “Pembicara itu membuat penonton terhipnotis!” Atau “tulisannya mampu membuat orang-orang terhipnotis!”

Apa itu hipnosis

Namun benarkah istilah tersebut?

Jika anda penasaran dan ingin tahu yang sebenarnya tentang hipnotis, hipnosis dan hipnoterapi, penjelasan ini akan sangat menjelaskan secara lengkap.

A. Apa itu Hipnotis?

Hipnotis adalah pelakunya.

Atau orang yang melakukan hipnosis kepada seseorang. Jadi seperti Romi Rafael yang membuat seseorang tertidur. Maka Romi Rafael adalah hipnotis.

Jadi istilah yang mengatakan bahwa “seseorang merasa dihipnotis,” Itu penggunaan istilah yang keliru.

Sebagaimana antara kata gitar dan gitaris. Gitar adalah alatnya. Gitaris adalah orangnya. Piano adalah alatnya. Pianis adalah orang yang bermain piano.

Hipnotis adalah orangnya. Sementara hipnosis adalah prosesnya (keadaannya).

B. Apa Itu Hipnosis?

Sampai sini harusnya anda sudah tahu bedanya istilah hipnotis dan hipnosis.

Nah, sekarang apa itu hipnosis?

Menurut U.S. Department of Education, Human Services Division, “Hypnosis adalah proses penembusan faktor kritis pikiran sadar yang diikuti dengan diterimanya suatu pemikiran atau sugesti.”

Agar lebih mudah dipahami, banyak para tokoh mencoba memberikan definisi yang lebih sederhana. Seperti:

  • Hipnosis adalah Perubahan gelombang otak dari kondisi beta ke kondisi delta yang mengakibatkan meningkatnya fokus, konsentrasi, yang diikuti diterimanya sugesti oleh pikiran bawah sadar.” – Adi W. Gunawan.
  • Hipnosis adalah seni berkomunikasi dengan pikiran bawah sadar.”
  • Hipnosis adalah komunikasi yang berhasil.
  • Hipnosis adalah kondisi fokus yang sangat tinggi sehingga mudah menerima sugesti/informasi.

Ya, semua pengertian itu benar. Sebab semua menggambarkan kondisi hipnosis.

Inilah yang terjadi pada saat proses hipnosis:

  • Faktor kritis dari pikiran sadar beristirahat/tidak bekerja maksimal.
  • Gerbang menuju pikiran bawah sadar terbuka.
  • Pikiran sedang fokus dan mudah menerima sugesti/informasi
  • Gelombang otak menurun dari beta (15 – 30 Hz) ke alfa (8 – 12 Hz) dan theta (5-8Hz).

Inilah mengapa hipnosis itu juga disebut sebagai komunikasi yang berhasil. Sebab pesan dari komunikasi bisa tersampaikan langsung ke pikiran bawah sadar tanpa penolakan.

Sehingga saya mendefinisikan hipnosis sebagai:

“Diterimanya ide/sugesti/informasi oleh seseorang dengan ikhlas tanpa penolakan.”

-Coach Risman Aris

Pemahaman Keliru Tentang Hipnosis/Hipnotis

Karena salah memahami hipnosis dan hipnotis, banyak yang pada akhirnya menganggap hipnotis/hipnosis itu secara keliru.

Berikut beberapa diantaranya:

==> "Hipnosis itu tidur dan kehilangan kesadaran."

Ini anggapan keliru tentang hipnosis. Lantaran aksi-aksi hipnosis di TV-TV. Banyak menggunakan kata tidur. Dan kemudian dianggap tidak sadar. Faktanya, kondisi hipnosis tidak kehilangan kesadaran. Justru dalam kondisi hipnosis seseorang berada pada kondisi kecerdasan yang sangat tinggi.

==> "Hipnosis itu hanya untuk orang yang lemah."

Ini juga keliru. Hipnosis justru hanya bisa dilakukan kepada orang yang cerdas dan memiliki konsentrasi dan fokus yang tinggi.

==> "Hipnosis itu mengungkap semua aib kita. Membodohi kita."

Kalau anda kebanyakan nonton acara Uya Kuya, kemungkinan anda akan menganggap seperti ini. Faktanya, bukan seperti itu. Hipnosis anda tetap bisa mengontrol apapun yang ingin anda katakan. Memang dalam stage hipnosis, seseorang bisa digunakan untuk hiburan, di mana seseorang bisa lupa nama, tetapi itu hanya bisa bertahan dalam beberapa menit saja.

==> "Hipnosis itu menggunakan jin, mantra dan ilmu ghaib."

Faktanya, hipnosis adalah ilmu psikologi dan komunikasi yang ilmiah dan murni. Tidak ada unsur jin, mantra dan sebagainya.

Apakah Semua Orang Bisa di Hipnosis?

Hal ini sudah dijawab di bagian di atas. Tapi mari kita perjelas lebih lanjut di sini.

Setiap orang memiliki tingkat sugestivitas yang berbeda-beda. Tingkat sugestivitas adalah istilah yang digunakan untuk mengetahui kemampuan seseorang dalam menerima hipnosis.

Tergantung dari kemampuan fokus dan konsentrasi masing-masing.

Secara umum, tingkat sugestivitas seseorang terbagi menjadi:

  1. Mudah: 4-5 percobaan uji sugestivitas berhasil.
  2. Moderat: 2-3 percobaan uji sugetivitas berhasil.
  3. Sulit: 0-1 percobaan uji sugestivitas berhasil.

Jadi sebelum melakukan hipnosis terlebih dahulu dilakukan uji sugestivitas. Ini juga yang dilakukan para pelaku hipnosis panggung.

Mereka mencari orang dengan tingkat sugestivitas mudah. Jangan sekali-kali mencoba melakukan hipnosis tanpa uji sugestivitass jika anda tidak ingin berakhir malu.

Nah apakah semua orang bisa dihipnosis?

Tidak!

Setidaknya ada 3 syarat agar seseorang bisa dihipnosis:

  1. Mau dan bersedia dihipnosis. Jika tidak, maka tidak akan bisa.
  2. Mengerti bahasa yang digunakan.
  3. Bisa berkonsentrasi.

Hipnosis, Bawah Sadar dan Gelombang Otak

Hipnosis maupun hipnoterapi bekerja pada ranah pikiran bawah sadar. Kondisi hipnosis biasa diukur dari gelombang otak menggunakan alat yang disebut EEG (ElectroEnchepaloGraph).

Sebagaimana kita tahu, psikologi membagi pikiran manusia menjadi 2 bagian; Pikiran Sadar dan Pikiran Bawah Sadar.

Hipnosis: Pikiran Sadar Vs. Pikiran Bawah Sadar

Pikiran sadar ini adalah pikiran kritis yang kita gunakan secara sadar pada kehidupan sehari-hari. Seperti menghitung, berpikir, menganalisa, logika dan lain sebagainya.

Sementara pikiran bawah sadar tidak kita kendalikan secara langsung, tetapi berpengaruh 90% lebih kuat terhadapi diri kita.

Karena itulah hipnosis bekerja di area ini.

Kita bisa mengubah hidup seseorang (dengan seizinnya) menjadi lebih baik dengan memberdayakan pikiran bawah sadarnya.

Sementara itu pada saat normal, pikiran sadar aktif, maka gelombang otaknya cukup tinggi yaitu berada pada gelombang betha. Pada saat pikiran bawah sadar yang aktif, maka gelombang otak menurun dari betha ke alfa dan theta.

Gelombang Otak

RAS: Si Penjaga Pintu Gerbang Pikiran

Tidak gampang sebuah informasi masuk ke pikiran bawah sadar lantaran adanya penjaga yang disebut RAS.

RAS (Reticulur Activating System) biasa juga disebut faktor kritis atau critical area.

Penjaga ini menyaring sebuah informasi sebelum masuk ke pikiran bawah sadar. Bekerja 24 jam/7 hari semiggu. Jika dianggap tidak penting, sebuah informasi akan ditolak dan diusir keluar.

Persis seperti security di kantor atau perumahan anda.

Hipnosis di Kehidupan Sehari-hari

Meski begitu, faktanya kondisi hipnosis bukan kondisi asing bagi tubuh kita.

Setiap hari, sadar atau tidak, kita mengalami hipnosis. Secara alami.

Pernahkah anda, begitu asyik main hape atau menonton sinetron, sampai-sampai anda tidak sadar ada orang yang memanggil anda?

Pernahkah anda baper sampai nangis nonton film di bioskop?

Pernahkah anda begitu terkesima melihat sesuatu barang di mall, sehingga yang tadinya anda tidak ada niat membeli pada akhirnya membeli?

Pernahkah anda melihat seseorang begitu mengidolakan seorang tokoh, sampai-sampai anda mengikuti semua apa yang dia lakukan?

Itulah hipnosis.

Ingat, hipnosis itu adalah komunikasi yang berhasil.

Informasi yang disampaikan dari semua kejadian di atas masuk ke dalam pikiran bawah sadar anda secara natural tanpa penolakan.

Inilah yang disebut, Natural Hypnosis.

C. Apa itu Hipnoterapi?

Nah, sampai di sini anda sudah jelas apa itu hipnosis dan hipnotis.

Jadi untuk memahami hipnoterapi tidak lagi sulit.

Hipnoterapi singkatnya adalah terapi menggunakan hipnosis. Ingat, bahwa pikiran bawah sadar mempengaruhi 90% lebih kehidupan kita.

Karena itulah para praktisi hipnoterapi meyakini bahwa jika terjadi masalah dengan mental, psikis, kebiasaan, kepribadian seseorang, maka sumbernya adalah di pikiran bawah sadar ini.

Dengan itulah hipnosis mampu memberikan efek terapetik (penyembuhan) kepada seseorang.

Psikosomatik: Penyakit yang disebabkan karena pikiran

Menurut American Family Psychian, sebesar 90% penyakit adalah psikosomatis. Artinya penyakit yang disebabkan karena kondisi pikiran. Sisanya 10% berasal dari pola makan.

Sementara itu hasil riset menunjukkan bahwa psikosimatis terus mengalami peningkatan di kalangan para remaja.

Asbab itulah hipnoterapi hadir sebagai solusi terapi pikiran yang paling efektif.

Seberapa Efektif Hipnoterapi?

Sebuah study yang dilakukan oleh American Health Magazine, melalui Alfred A. Barrios, Ph.D, melaporkan hasil perbadingan beberapa metode psikoterapi sebagai berikut:

  • Psikoanalisis: 38% kesembuhan setelah 60 sesi terapi
  • Behavior Therapy: 72% kesembuhan setelah 22 sesi terapi
  • Hipnoterapi: 93% kesembuhan setelah 6 sesi terapi

Hal senada diutarakan oleh American Psychological Association (APA), bahwa hipnosis dan hipnoterapi terus menunjukkan harapan yang menjanjikan dalam mengurangi rasa sakit dan menenangkan kecemasan.

Manfaat/Kegunaan Hipnoterapi

Dalam praktek dan uji scientic (keilmiahan) Hipnoterapi mampu menangani kasus seperti :

  1. Menurunkan berat badan
  2. Depresi
  3. Berhenti merokok
  4. Menghilangkan kecemasan,
  5. Asma
  6. Menghilangkan fobia/trauma
  7. Gangguan stres pasca trauma (PTSD)
  8. Untuk imun sistem
  9. Irritable Bowel Syndrome (IBS)
  10. Perilaku obsesif konvulsif merupakan gangguan atau kelainan psikologis pada seseorang yang memiliki pikiran obsesif terhadap sesuatu dan berperilaku kompulsif atau berulang ulang. Misalnya seperti orang yang takut akan kuman dan seringkali mencuci tangannya berulang ulang. Meskipun sudah mencuci tangan berulang, perasaan takut terhadap kuman masih belum hilang, Hipnoterapi juga bisa digunakan sebagai prosedur medis untuk mengurangi kebutuhan obat penenang, mengurangi atau menghilangkan rasa mual muntah pada klien post kemoterapi, mengurangi kebutuhan obat anti nyeri dan juga mengurangi lama hari rawat inap pasca operasi.
  11. Mengatasi migrain.
  12. Mengurangi rasa nyeri
  13. Menyembuhkan Trichotillomania (TTM)
  14. Gangguan emosi dan psikiatri
  15. Memusatkan perhatian atau pikiran
  16. Mengatasi gangguan tidur
  17. Hypnoanesthesia dan Persiapan operasi
  18. Mengatasi kelainan kulit
  19. Merasa selalu gagal
  20. alergi dikarenakan stress
  21. Penyakit psikosomatik (penyakit fisik yang diakibatkan oleh pikiran).
  22. Kecemasan berlebih,
  23. Kurang motivasi hidup
  24. Perceraian, perselingkuhan dan masih banyak yang lainnya.

Sekian artikel kali ini, Semoga bermanfaat. Jika anda ingin belajar hipnosis lebih lanjut klik di sini. Dan jika butuh layanan hipnoterapi bisa klik di sini.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *