Gay Normal Kembali Setelah Hipnoterapi

Sebelum saya menceritakan Gay Normal kembali setelah saya hipnoterapi, mari kita lihat dulu Survey CIA .

Pada tahun 2015 yang dilansir di topikmalaysia.com jumlah populasi LGBT di Indonesia adalah ke-5 terbesar di dunia setelah China, India, Eropa dan Amerika.

Selain itu, beberapa lembaga survey independen dalam maupun luar negeri menyebutkan bahwa Indonesia memiliki 3% penduduk LGBT, ini berarti dari 250 juta penduduk 7,5 jutanya adalah LBGT, atau lebih sederhananya dari 100 orang yang berkumpul di suatu tempat 3 diantaranya adalah LGBT.

Survey CIA

Berdasarkan data di atas menurut survey CIA pada tahun 2015 bahwa populasi LGBT di Indonesia adalah ke-5 terbesar di dunia. Data yang diberikan oleh CIA merupakan peringatan bagi bangsa Indonesia untuk dapat meminimalisir penyimpangan pada homoseksual atau pada LGBT.

Sudah menjadi rahasia umum bila keberadaan kaum gay di Indonesia semakin banyak dan terbuka di masyarakat. Terutama akhir-akhir ini, di mana fenomena gay semakin marak diperbincangkan di masyarakat baik pada dunia remaja ataupun dewasa, gay bukan lagi hal yang tabu bagi beberapa orang. Gay merupakan sebutan bagi laki-laki yang menyukai sesama laki-laki.

Gay dapat dimaknai sebagai laki-laki yang secara seksual tertarik kepada laki-laki, di mana perilaku seksual diarahkan (disalurkan) pada laki-laki, memiliki fantasi seksual terhadap laki-laki, memiliki ketertarikan secara emosional terhadap laki-laki, ketertarikan secara sosial diarahkan pada laki-laki, memiliki gaya hidup yang tertarik kepada sesama jenis, dan mengidentifikasi dirinya sebagai laki-laki yang menyukai laki-laki juga.

Erickson (dalam Bentley, 2007)membagi rentang kehidupan manusia ke dalam delapan tahap perkembangan. Salah satu tahap perkembangan yang dikemukakan oleh Erickson adalah tahap perkembangan masa dewasa dini.

Tahap perkembangan masa dewasa dini dimulai pada umur 18 tahun hingga 40 tahun (Hurlock, 1999).

www.slideshare.net/mobile.astrisannah/psikologiperkembangan-dewasa , diunduh pada tanggal 16 Januari 2017 jam 19.45, penulis : Astri irdasannah. Salah satu tugas perkembangan dewasa dini menurut Havighurst dipusatkan pada harapan-harapan masyarakat dan mencakup untuk memilih pasangan atau memilih teman hidup. Pemilihan pasangan dapat dilakukan invidu dewasa dini melalui pacaran.

6 Tahapan perkembangan identitas gay dan
lesbian

Berikut penjelasan tentang enam tahapan perkembangan identitas gay dan
lesbian (Cass, 1979: 219-235):

a.) Identity Confusion

(Kebingungan Identitas): “Apakah aku seorang gay?” tahapan ini dimulai
dengan kesadaran seseorang berfikir, merasakan, dan berperilaku bahwa
dirinya memiliki kecenderungan sebagai seorang gay atau lesbian. Pada tahap ini seseorang merasa kebingungan dan gejolak dalam dirinya.

b.) Identity Comparison

(Perbandingan Identitas): “Mungkin aku seorang gay atau lesbian?” pada
tahap ini, seseorang menerima kemungkinan menjadi seorang gay atau
lesbian dan menguji kebenaran apakah dia benar-benar gay atau tidak. Tetapi pada tahap ini seseorang belum memiliki komitmen yang pasti, mereka masih menyangkal homoseksualitas pada dirinya. Ia masih berpura-pura sebagai seorang heteroseksual.

c.) Identity Tolerance

(Toleransi Identitas): “Saya bukan satu-satunya” seseorang mengakui bahwa dia adalah seorang gay atau lesbian dan mulai mencari gay dan lesbian lainnya untuk melawan perasaan dia yang takut diasingkan. Komitmen seseorang mulai meningkat untuk menjadi lesbian dan gay.

d.) Identity Acceptance

(Penerimaan Identitas): “Aku akan baik-baik saja” seseorang sudah
menganggap ini sesuatu yang positif untuk dirinya sebagai gay atau lesbian
dan lebih dari sekedar mentoleran perilaku ini. Pada tahap ini seseorang
sudah melakukan hubungan secara terus-menerus dengan budaya gay dan
lesbian.

e.) Identity Pride

(Kebanggaan Identitas) : “Saya ingin semua orang tahu siapa saya”
seseorang mulai berani membagi dunia ke dalam heteroseksual dan
homoseksual, dan mulai memilimalisir hubungan dengan dunia heteroseksual. Mereka sudah merasa cocok dengan apa yang mereka pilih.

f.) Identity Syntesis

(Penerimaan Seutuhnya Identitas) : seseorang mulai sadar tidak akan
membagi dunia menjadi heteroseksual dan homoseksual. Seseorang mulai
melakukan gaya hidupnya. Individu menjalani gaya hidup gay yang terbuka sehingga pengungkapan jati diri tidak lagi sebuah isu dan menyadari bahwa ada banyak sisi dan aspek kepribadian yang mana orientasi seksual hanya salah satu aspek tersebut.

Gay Menjadi Lelaki Normal, Setelah di Hipnoterapi

.
Sebut saja namanya Dika 29 Tahun, Datang kesaya atas arahan istrinya. Sebelumnya istrinya ini mengetahui bahwa suaminya seorang Gay, setelah 5 bulan pernikahan.

Semenjak ada yang aneh dengan suaminya, yaitu ada beberapa pesan teman laki-laki suaminya, Si istri ini nekat menghack semua media sosial suaminya.

Kebetulan istrinya seorang IT/Programmer, jadi mudah bagi istri menghack hal tersebut.

Tak disangka, Suaminya seperti itu. Ia mengetahuinya setelah suami mengakui hal tersebut. Syukurnya adalah mereka mau mencari jalan, jalan kebenaran.

Oh iya 8 tahun menjadi hipnoterapis, saya sering menemukan kasus seperti ini. namun saya belum pernah menangani kasus waria dkk. (semoga ada waria yang sadar dan berkenan saya terapi hhe)

Setelah ia bertemu dengan saya, ternyata si suami lebih menginginkan istri keluar dari ruangan, dan ingin berdiskusi mendalam dengan saya, Tentu itu sangat bagus. Saya juga ditemani asisten saya didalam ruangan, jadi kami bertiga.

Iapun mulai menceritakan bagaimana proses sehingga menjadi Gay. namun untuk memastikan kebenarannya, saya langsung mengajak dia ke kursi terapi.

Salah satu sifat pikiran bawah sadar adalah jujur, itulah mengapa saya lebih memiliki melakukan proses tanya jawab ketika seseorang di hipnoterapi.

Dalam prosesnya saya melakukan Ericksonian Approach, tentu saya memilih teknik ini karena banyak indikator, buat klien ini.

Kurang dari 10 menit, klien langsung mengalami kondisi trance yang cukup dalam. Dan seperti biasa, Saya melakukan penggalian informasi dipikiran bawah sadarnya.

Alhamdulillah dapat, ia pun menjelaskan kepada saya, jika ternyata 6 tahun yang lalu, Ketika kontrak rumah, (merantau di Makassar untuk kuliah)

Alat kelaminya sering dipegang oleh salah seorang temannya. Entah mengapa, Mungkin karena nafsu, katanya, Ia juga menyukai hal tersebut.

Sampai suatu ketika, Rasa Hasrat itu kian nyaman. Dan mengarah pada hubungan intim.

Iapun mengatakan bahwa, Ia sangat suka jika kelaminnya di kulum. dstnya.

Ini terjadi hingga 4 tahun, Selama ia kontrak rumah sama-sama. Oh iya, ia ngekos bersama 6 orang teman yang lainnya.

Namun temannya ini sangat suka, seranjang dengan klien ini.

Ketika mereka lulus, Klien ini mendapatkan teman medsos yang juga suka dengan sesama jenis, sebut saja temannya ini si A.

Klien dan si A, Sangat suka ber VC S*x. Hingga si A, datang ke Makassar untuk bertemu dengan klien ini.

Mereka nyaman satu sama lain. Cin, Ol Sx, Berhubungan Intim lainnya, tak terelakkan. Hingga ini pun memperkuat akar masalahnya, Ia makin menikmati ke Gay an nya.

Konsep yang saya temukan adalah, “Mereka yang memiliki gangguan orientasi sex, adalah mereka yang keluar jalur fitrahnya”, Sehingga penyembuhan terbaik menurut saya adalah,

Mengembalikan klien ke fitrahnya, lalu melakukan Amplify, selanjutnya menyadarkan dia (Self Reflexion & Self Awareness) akan perbuatannya menggunakan VAK Technique lalu juga melakukan Amplify.

Ini pula yang saya lakukan kepada klien tersebut.

Pada sesi pertama, Semuanya berjalan lancar.

Ia kemudian jijik ingin melakukannya (Gay an), Sesi kedua ia menyelami kembali kesadaran dan fitrah tersebut. Pada sesi kedua, Klien sudah betul-betul berhenti dari ke Gay annya, ini ditandai dengan di blokirnya si A dari berbagai Medsosnya.

Hingga pada sesi ketiga, Semuanya berjalan lancar. Ia telah merasakan kelegaan, Bahkan ketika saya mengajaknya Dzikir Taubatan Nasuha.

Tak henti-hentinya ia beristigfar. Hari- hari berlalu. Semuanya kembali normal, Alhamdulillah, Allah membukakannya Rahmat dan Hidayah,

Meniupkan kembali, FitrahNya. Allahu Akbar. Maka betullah Firman dan Hadist Rosulullah SAW,

Walaupun dosanya seluas lautan, Jika orang tersebut bertaubat maka dosanya akan dihapus, meskipun sebanyak buih atau seluas lautan.

Allah merahmati klien tersebut, Semoga Allah senantiasa merahmati kita semua.

Hanya saja sang istri, yang kepercayaannya luntur terhadap klien ini (suaminya), setiap kali ia melihat suaminya pegang hp, ia menaruh curiga, Apakah suami, menghubungi si A kembali atau tidak.

Hingga saya memutuskan memmberikan hipnoterapi kepada istrinya. (belum saya terapi).

Setidaknya di status ini, Anda mengetahui banyak hal, Bahwa LGBT itu menular, Ia merupakan akumulasi dari berbagai pengalaman pembentuk kebiasaan hingga menjadi seorang LGBT.

Selalulah waspada, dan memohon perlindungan pada Allah swt.

Semoga kisah Gay Normal kembali setelah saya hipnoterapi ini bermanfaat buat kita semua.

Coach Risman.A

Judul Artikel :Gay Normal kembali setelah saya hipnoterapi

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *