Gina yang Boros, Sembuh di Hipnoterapi

Boros adalah gaya hidup gemar berlebih-lebihan dalam menggunakan harta, uang maupun sumber daya yang ada demi kesenangan saja.

Penyebab seseorang menjadi boros. Salah satunya, bisa terjadi saat kecil, misalnya saat orangtuanya cenderung boros, sehingga anak tak diajarkan cara mengatur uangnya dengan baik.

Kondisi psikologis negatif yang biasanya ingin disembunyikan dengan cara menyenangkan diri lewat belanja. “Ada perasaan hampa, self-esteem atau harga diri yang rendah, perasaan insecure atau tidak aman, kebosanan, kesendirian, kemarahan, ketidakpercayaan diri, dan lainnya. Jika semua kondisi tersebut nggak terpenuhi dengan benar, kemungkinan orang ini akan kembali boros tanpa bisa mengendalikan dirinya,” Nina Psikolog

Perilaku konsumtif atau sikap berlebih-lebihan dapat di definisikan sebagai tindakan-tindakan individu yang secara langsung terlibat dalamusaha memeperoleh dan menggunakan barang-barang jasa ekonomis termasuk proses pengambilan keputusan yang mendahului dan menentukan tindakan-tindakan tersebut

James F. Angel

Karakteristik Sikap Berlebih – lebihan Menurut Sumartono, Terperangkap dalam Iklan, (Bandung: Alfa Beta, 2002), h. 142, karakteristik atau indikator sikap berlebih – lebihan dalam hal penggunaan harta adalah:

  • Membeli produk karena iming-iming hadiah.
  • Membeli produk karena kemasannya menarik.
  • Membeli produk demi menjaga penampilan gengsi.
  • Membeli produk berdasarkan pertimbangan harta (bukanatas dasar manfaat).
  • Membeli produk hanya sekedar menjaga simbol atau status.
  • Memakai produk karena unsur konformitas terhadap modelyang mengiklankan produk.
  • Munculnya penilaian bahwa membeli produk dengan hargamahal akan menimbulkan rasa percaya diri.
  • Keinginan mencoba lebih dari dua produk sejenis yang berbeda.

Konsumtif menjelaskan keinginan untuk mengkonsumsi barangbarang yang sebenarnya kurang diperlukan secara berlebihan untuk
mencapai kepuasan yang maksimal. Berdasarkan definisi di atas, maka
dalam sikap berlebih-lebihan Tambunan berpendapat ada dua aspek
mendasar, yaitu :

a. Adanya suatu keinginan mengkonsumsi secara berlebihan.

Hal ini akan menimbulkan pemborosan dan bahkan inefisiensi
biaya, apalagi bagi remaja yang belum mempunyai penghasilan sendiri.

1). Pemborosan

Perilaku konsumtif yang memanfaatkan nilai uang lebih besar dari
nilai produknya untuk barang dan jasa yang bukan menjadi kebutuhan
pokok.

Perilaku ini hanya berdasarkan pada keinginan untuk
mengkonsumsi barang-barang yang sebenarnya kurang diperlukan secara
berlebihan untuk mencapai kepuasan yang maksimal.

2). Inefisiensi Biaya

a. Pola konsumsi seseorang terbentuk pada usia remaja yang
biasanya mudah terbujuk rayuan iklan, suka ikut-ikutan teman,
tidak realistis, dan cenderung boros dalam menggunakan uangnya
sehingga menimbulkan inefisiensi biaya.

b. Perilaku tersebut dilakukan bertujuan untuk mencapai
kepuasan semata.

Kebutuhan yang dipenuhi bukan merupakan kebutuhan yang utama
melainkan kebutuhan yang dipenuhi hanya sekedar mengikuti arus
mode, ingin mencoba produk baru, ingin memperoleh pengakuan sosial
tanpa memperdulikan apakah memang dibutuhkan atau tidak.

Padahal hal ini justru akan menimbulkan kecemasan. Rasa cemas di sini timbul karena merasa harus tetap mengikuti perkembangan dan tidak ingin dibilang ketinggalan.

1) Mengikuti Mode

Di kalangan remaja mode dipandang sangat penting
untuk menunjang penampilan mereka.Sehingga mereka
ingin menunjukkan bahwa mereka juga dapat mengikuti
mode yang sedang beredar.

Padahal mode itu sendiri selalu berubah sehingga para remaja tidak pernah puas dengan apa yang dimilikinya.

2) Memperoleh Pengakuan Sosial

Perilaku konsumtif pada remaja sebenarnya dapat dimengerti bila melihat usia remaja sebagai usia peralihan dalam mencari identitas diri. Remaja ingin diakui eksistensinya oleh lingkungan dengan berusaha menjadi
bagian dari lingkungan itu.

Kebutuhan untuk diterima dan
menjadi sama dengan orang lain yang sebaya itu
menyebabkan remaja berusaha untuk mengikuti berbagai
atribut yang sedang ini

Hipnoterapi, Bisa Mengatasi Boros ?

Sebut saja namanya Gina (nama samaran) 30 tahun, telah menikah. Gina adalah klien saya pada bulan lalu.

Gina memiliki keluhan, Kalau dia begitu boros. Sebelum gajian dia telah memikirkan untuk memisah-misahkan uangnya, untuk bayar cicilan rumah, mobil, arisan, anak-anak, dapur, dan lainnya.

Namun setelah gajian, semua yang di rencanakan sia-sia, selalu saja ada yang bocor. Apakah kebutuhan dapur yang bablas, ataukah cicilan rumah dan kendaraan yang bablas.

Ini makin parah setelah ia menikah, kurang lebih 2 tahun. Sebelum menikah ia juga boros, Gaji Gina Rp 2.700.000,-/bulan, ia bekerja disalah satu perusahaan obat herbal di Makassar.

Hanya saja rata-rata uang gina habis di minggu kedua, Gina menceritakan bahwa, jika ia mendapatkan uang, Kepalanya begitu sakit jika ia tidak habiskan.

Gina juga telah merencanakan jika ia, nanti gajian, maka ia akan beli ini dan itu. Sehingga uangnya habis kurang dari 2 minggu. Gina sebelum menikah, masih tinggal dengan tantenya.

Gina tidak mengeluarkan uang kost, makan dan lainnya. Ia hidup cukup disana.

Sehingga ia tidak perlu repot-repot memisahkan uangnya untuk hal tersebut.

Gina juga berkata kepada saya, Ia juga sering di komporin oleh teman kantornya.

Semisal ada smartphone baru, maka Gina dikomporin untuk membelinya, anehnya setelah Gina beli, Gina kecewa dengan dirinya, yang sebenarnya Gina tidak membutuhkannya.

Tapi disatu sisi Gina tidak tenang, bahkan kepala Gina sakit jika tidak langsung membelinya.

Baru-baru ini Gina membeli pakaian di salah satu mall, pakaian seharga Rp 1.999.999,-.

Itu membuat Gina bertengkar dengan suaminya.

Uang yang harus dipakai untuk bayar cicilan motor, lenyap seketika. Ini merupakan puncak dia, Sehingga ia bertemu dengan saya.

(Biasanya memang seperti itu, mereka yang datang pada saya (Hipnoterapis) adalah mereka yang sudah merasa mentok).

Mendapatkan beberapa informasi pendukung lainnya, kemudia saya melakukan hipnosis kepada Gina.

Gina yang bertipekan medium untuk dihipnoterapi

(pekerjaannya menuntut dia melakukan berbagai analisis sehingga Gina membutuhkan teknik hipnosis lainnya, untuk membawa gina memasuki kondisi hipnosis).

Alhamdulillah 40 menit lebih saya melakukan induksi atau membawa Pikiran Gina masuk kedalam Pikiran Bawah Sadar (Kondisi Hipnosis).

Seperti biasa, saya mencari akar masalah, mengapa Gina seperti ini, mengapa Gina begitu boros.

Sayapun mendapatkan berbagai peristiwa di masalah lalu,

Pertama, Gina berasal yang berasal dari keluarga sederhana. ayah Gina bekerja di sawah orang. (menggarap sawah orang, yang hasilnya nanti dibagi 2).

Ayah Gina sering menasehati Gina, untuk terus belajar, dan bisa hidup lebih baik lagi dari ayahnya.

Kedua, Gina sering di PHP oleh ayahnya. Ayahnya selalu menjanjikan Gina, jika Gina masuk 10 besar, 3 besar, Rangking 1, Gina bisa pandai mengaji, Gina rajin belajar, Gina bisa masuk SMP, SMA hingga bisa masuk di PTN, maka Gina mendatkan hadiah.

Namun tidak ada yang bisa ditepati oleh ayahnya. Gina yang terus berharap, memotivasi dirinya untuk bisa meraih apa yang dijanjikan ayahnya.

Apa daya, Kata Gina yang sedang berada dalam kondisi hipnosis mengatakan, Kalau uang ayahnya selalu habis untuk bayar hutang berbunga.

Ketiga, Orang tua Gina selalu mendapatkan perlakuan tidak baik terhadap saudara-saudaranya. Ini dikarenakan Gina lahir dari hubungan gelap perselingkuhan ayahnya.

Gina yang hampir gila, menyaksikan perlakuan saudara ayah dan ibunya. Bahkan ketika Gina mengadakan sukuran atas beberapa prestasi, hampir semua keluarganya tidak ada yang datang.

Hanya tetangga-tetangganya yang datang kerumah Gina.

Keempat, Karena hal ketiga diatas, Ia menjadi korban bullyy di Sekolah dasar, Gina selalu disebut-sebut sebagai anak pungut, anak haram, Anjing dll.

Hal yang saya sukai dari Gina ini adalah, tekadnya yang begitu kuat agar bisa mendapatkan prestasi dan diakui oleh teman-temannya.

Apa daya, Ini menjadi sebuah pola, yang membuat Gina menjadi begitu boros. IA selalu membeli barang yang sebenarnya dia tidak butuhkan, demi mendapatkan pengakuan, Jika Gina bisa.

Gina bisa menunjukkan keorang-orang, dia mampu.

Hingga akhirnya Gina mendapatkan pekerjaan yang cukup bagus. Ia begitu bahagia, mendapatkan gaji pertamanya.

Langsung saja Gina membeli smartphone. gaji kedua, laptop, gaji ketiga beberapa pakaian kerja dst.

Saya bisa memahami perasaan dan cara kerja Gina, Sehingga Gina begitu boros. yah dia ingin diakui, ia ingin melampiaskan nya dengan membeli banyak barang,

Ia ingin merasakan dihargai dengan bisanya ia membeli banyak barang mewah dan lainnya.

Mengetahui hal ini, Kemudian saya melakukan beberapa teknik hipnoterapi, beberapa diantaranya, Child Theray, Mengobati luka batin dimasa kecil dan Forgiveness Therapy.

Saya membimbing Gina memaafkan dirinya dan orang-orang yang membuat dia seperti ini.

Seperti Ayahnya, keluarga besarnya, teman-teman yang membully dll.

Sayapun mengatakan bahwa,

“Memaafkan bukan berarti melupakan
Memaafkan tidak harus memberitahukan
Memaafkan adalah untuk kenyamanan diri sendiri
Memaafkan bukan berarti menyukai orang yg telah berbuat salah
Memaafkan bukan berarti mengijinkan kembali kesalahan itu untuk terjadi dstnya”.

Forgiveness Therapy

Alhamdulillah Gina mau memaafkannya

Kurang lebih sejam 45 menit, Proses Hipnoterapi berlangsung, Alhamdulillah kelar, Pikiran bawah sadar Gina, Ia Mampu menerima negosiasi saya, setelah ia memaafkan orang-orang tersebut.

Dan menerima untuk hidup lebih hemat dengan tujuan Gina bisa menjadi orang sukses seperti mengambil M.Sc diluar negeri dan berangkat haji dengan suaminya.

Beberapa bulan berlalu, Bulan ini saya mendapatkan kabar, Gina telah berhasil memanage keuangan dengan baik.

Malah ia telah menjual beberapa barangnya yang dianggap tidak terlalu penting.

Gina juga telah mengurus beasiswa, dari rekomendasi profnya dikampus, Ini kabar yang membahagiakan buat saya peribadi.

Saya berharap mendapatkan foto Gina sedang studi diluar negeri. Hitung-hitung bisa jadi testimoni.

Inilah salah satu kisah klien saya yang berhasil hemat, dari proses Hipnoterapi, Alhamdulillah.

Banyak yang bisa kita pelajari dari kisah Gina,

Coach Risman.A
Hipnoterapis Makassar

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *