Hipnoterapi dan Kecemasan

Bagaimana Hipnoterapi Dalam Menangani Kecemasan berlebih ? Perkenalkan saya Coach Risman. Aris, salah seorang Hipnoterapis aktif selama 8 tahun dan satu-satunya instruktur hipnoterapi yang aktif membuka praktek dan mengajarkan hipnoterapis di Sulawesi selatan, Khususnya di Makassar.

Banyak sekali klien saya yang bertanya, Apakah hipnoterapi bisa menangani kecemasan berlebih ? Jika ya, Berapa sesi yang harus diikuti hingga kecemasan berlebih saya hilang ? hingga berapa bayaran jasa hipnoterapi jika menangani kecemasan berlebih ? Apakah ketakutan berlebih sama dengan kecemasan berlebih ?

Dan masih banyak lagi mengenai, Maka Dari itu melakui website ini saya akan menjawab berbagai pertanyaan anda disini.

Pada dasarnya, Kecemasan berlebih dan ketakutan berlebih adalah 2 hal yang berbeda. Kecemasan merupakan rasa takut dan kepanikan yang dimana objeknya hanya berupa angan-angan atau apa yang ditakuti tidak ada dalam jangkauan panca indrawinya, sedangkan ketakutan adalah rasa takut yang dimana objeknya ada didepan matanya (pandangannya).

Kecemasan dan ketakutan sebenarnya merupakan hal alamiah, respon tubuh terhadap sebuah situasi dan kondisi. Namun menjadi masalah jika berlebih.

Apa itu Kecemasan Berlebih ?

Berikut beberapa definisi kecemasan :

  1. Menurut Sutardjo Wiramihardja, 2005:66 Pada dasarnya, kecemasan merupakan hal wajar yang pernah dialami oleh setiap manusia. Kecemasan sudah dianggap sebagai bagian dari kehidupansehari-hari. Kecemasan adalah suatu perasaan yang sifatnya umum, dimanaseseorang merasa ketakutan atau kehilangan kepercayaan diri yang tidak jelas asal maupun wujudnya.
  2. Kecemasan berasal dari perasaan tidak sadar yang berada didalam kepribadian sendiri, dan tidak berhubungan dengan objek yang nyata atau keadaan yang benar-benar ada. Kholil Lur Rochman, (2010:103)
  3. Menurut Taylor (2006), kecemasan  merupakan suatu pengalaman   subjektif   mengenai   ketegangan   mental   yang menggelisahkan  sebagai  reaksi  umum  dan  ketidakmampuan menghadapi  masalah  atau  adanya  rasa  tidak  aman.  Perasaan yang  tidak  menyenangkan    umumnya  menimbulkan  gejala-gejala  fisiologis(seperti  gemetar,  berkeringat,  detak  jantung meningkat, dan lain-lain) dan gejala psikologis (seperti panik, tegang,  bingung,  tak  dapat  berkonsentrasi,  dan  sebagainya).
  4. Atkinson (1996) kecemasan adalah emosi yang tidak menyenangkan   yang   ditandai   dengan   istilah-istilah   seperti kekhawatiran,   keprihatinan,   dan   rasa   takut   yang   kadang-kadang dialami individu dalam tingkatan yang berbeda-beda.
  5. Chaplin (2001) menjelaskan  bahwa  pada  dasarnya  kecemasan akan   menyertai   disetiap   kehidupan   manusia   terutama   bila dihadapkan  pada  hal-hal  yang  baru  maupun  adanya  sebuah konflik.  Kecemasan  merupakan  perasaan  campuran  berisikan ketakutan  dan  berisi  keprihatinan  mengenai  masa-masa  yang akan datang tanpa sebab khusus untuk ketakutan yang dialami individu dalam menghadapi situasi tertentu yang menimbulkan kecemasan
  6. Pada   dasarnya   kecemasan   yang   dirasakan   belum tentu  terjadi,  dengan  demikian  rasa  cemas  sebenarnya  suatu ketakutan  yang  diciptakan  sendiri.  Hampir  dalam  segala  hal, individu   yang   mengalami   kecemasan   selalu   khawatir   dan takut.    Jadi        kecemasan    adalah    suatu    kondisi    yang mengakibatkan  seseorang  merasa  tidak  nyaman  dan  serba salah   sehingga   tidak   dapat    melakukan   aktivitas   secara maksimal.  Kecemasan  merupakan  kondisi  mental  seseorang yang  terjadi  karena  adanya  tantangan,  tekanan,  dan  tuntutan untuk mencapai tujuan tertentu (Akuntono, 2012).
  7. Beberapa penelitian yang berkaitan dengan kecemasan  mengungkapkan  bahwa  individu  yang  menderita kecemasan   kronis   lebih   mudah   gagal   dalam   pendidikan sekalipun   memiliki   skor   tinggi   pada   kecerdasan   lainnya. Terlampau   cemas   dan   takut   menjelang   ujian,   justru   akan menganggu  kejernihan  pikiran  dan  daya  ingat  untuk  belajar dengan  efektif  sehingga  mengganggu  kejernihan  mental  yang amat  penting  untuk  dapat  mengatasi  ujian  (Goleman,  1997).
  8. Sedangkan   Daswia   (2006)   mengemukakan   bahwa   prestasi individu  dipengaruhi  oleh  rasa  cemas  seperti  misalnya  siswa yang   memiliki   kecemasan   yang   tinggi   tidak   akan   bisa berprestasi   sebaik   siswa   yang   memiliki   kecemasan   yang rendah.  Dengan  kata  lain  siswa  yang  memiliki  kecemasan yang tinggi akan memiliki prestasi yang lebih rendah dari pada siswa yang mengalami kecemasan yang rendah.

Gejala Kecemasan

Menurut Kholil Lur Rochman, (2010:103) mengemukakan beberapa gejala-gejala dari kecemasan antara lain :

  1. Ada saja hal-hal yang sangat mencemaskan hati, hampir setiap kejadian menimbulkan rasa takut dan cemas. Kecemasan tersebut merupakan bentuk ketidakberanian terhadap hal-hal yang tidak jelas.
  2. Adanya emosi-emosi yang kuat dan sangat tidak stabil. Suka marah dan sering dalam keadaan exited (heboh) yang memuncak, sangat irritable, akan tetapi sering juga dihinggapi depresi.
  3. Diikuti oleh bermacam-macam fantasi, delusi, ilusi, dan delusion of persecution (delusi yang dikejar-kejar).
  4. Sering merasa mual dan muntah-muntah, badan terasa sangat lelah, banyak berkeringat, gemetar, dan seringkali menderita diare.
  5. Muncul ketegangan dan ketakutan yang kronis yang menyebabkan tekanan jantung menjadi sangat cepat atau tekanan darah tinggi.

Sedangkan Nevid Jeffrey S, Spencer A, & Greene Beverly (2005:164) mengklasifikasikan gejala-gejala kecemasan dalam tiga jenis gejala,

diantaranya yaitu :

  1. Gejala fisik dari kecemasan yaitu : kegelisahan, anggota tubuh bergetar, banyak berkeringat, sulit bernafas, jantung berdetak kencang, merasa lemas, panas dingin, mudah marah atau tersinggung.
  2. Gejala behavioral dari kecemasan yaitu : berperilaku menghindar, terguncang, melekat dan dependen
  3. Gejala kognitif dari kecemasan yaitu : khawatir tentang sesuatu, perasaan terganggu akan ketakutan terhadap sesuatu yang terjadi dimasa depan, keyakinan bahwa sesuatu yang menakutkan akan segera terjadi, ketakutan akan ketidakmampuan untuk mengatasi masalah, pikiran terasa bercampur aduk atau kebingungan, sulit berkonsentrasi.

Menurut Zakiah Daradjat (Kholil Lur Rochman, 2010:167) mengemukakan beberapa penyebab dari kecemasan yaitu :

  1. Rasa cemas yang timbul akibat melihat adanya bahaya yang mengancam dirinya. Kecemasan ini lebih dekat dengan rasa takut, karena sumbernya terlihat jelas didalam pikiran
  2. Cemas karena merasa berdosa atau bersalah, karena melakukan hal-hal yang berlawanan dengan keyakinan atau hati nurani. Kecemasan ini sering pula menyertai gejala-gejala gangguan mental, yang kadang-kadang terlihat dalam bentuk yang umum.
  3. Kecemasan yang berupa penyakit dan terlihat dalam beberapa bentuk. Kecemasan ini disebabkan oleh hal yang tidak jelas dan tidak berhubungan dengan apapun yang terkadang disertai dengan perasaan takut yang mempengaruhi keseluruhan kepribadian penderitanya.

Beberapa Ganguan Kecemasan

a. Fobia Spesifik

Yaitu suatu ketakutan yang tidak diinginkan karena kehadiran atau antisipasi terhadap obyek atau situasi yang spesifik.

b. Fobia Sosial

Merupakan suatu ketakutan yang tidak rasional dan menetap, biasanya berhubungan dengan kehadiran orang lain. Individu menghindari situasi dimana dirinya dievaluasi atau dikritik, yang membuatnya merasa terhina atau dipermalukan, dan menunjukkan tanda-tanda kecemasan atau menampilkan perilaku lain yang memalukan.

c. Gangguan Panik

Gangguan panik memiliki karakteristik terjadinya serangan panik yang spontan dan tidak terduga. Beberapa simtom yang dapat muncul pada gangguan panik antara lain ; sulit bernafas, jantung berdetak kencang, mual, rasa sakit didada, berkeringat dingin, dan gemetar. Hal lain yang penting dalam diagnosa gangguan panik adalah bahwa individu merasa setiap serangan panik merupakan pertanda datangnya kematian atau kecacatan.

d. Gangguan Cemas Menyeluruh (Generalized Anxiety Disorder)

Generalized Anxiety Disorder (GAD) adalah kekhawatiran yang berlebihan dan bersifat pervasif, disertai dengan berbagai simtom somatik, yang menyebabkan gangguan signifikan dalam kehidupan sosial atau pekerjaan pada penderita, atau menimbulkan stres yang nyata.

Menurut Yustinus Semiun (2006:321) membagi beberapa dampak dari kecemasan kedalam beberapa simtom, antara lain :

  1. Simtom suasana hati

Individu yang mengalami kecemasan memiliki perasaan akan adanya hukuman dan bencana yang mengancam dari suatu sumber tertentu yang tidak diketahui. Orang yang mengalami kecemasan tidak bisa tidur, dan dengan demikian dapat menyebabkan sifat mudah marah.

  • Simtom kognitif

Kecemasan dapat menyebabkan kekhawatiran dan keprihatinan pada individu mengenai hal-hal yang tidak menyenangkan yang mungkin terjadi. Individu tersebut tidak memperhatikan masalah-masalah real yang ada, sehingga individu sering tidak bekerja atau belajar secara efektif, dan akhirnya dia akan menjadi lebih merasa cemas.

  • Simtom motor

Orang-orang yang mengalami kecemasan sering merasa tidak tenang, gugup, kegiatan motor menjadi tanpa arti dan tujuan, misalnya jari-jari kaki mengetuk-ngetuk, dan sangat kaget terhadap suara yang terjadi secara tiba-tiba. Simtom motor merupakan gambaran rangsangan kognitif yang tinggi pada individu dan merupakan usaha untuk melindungi dirinya dari apa saja yang dirasanya mengancam.

Apa sih itu Hipnoterapi ?

Hipnoterapi merupakan terapi yang menggunakan Hipnosis. Sedangkan Hipnosis sendiri merupakan sebuah proses penurunan gelombang otak dari dominan Beta turun ke Alfa dan Gelombang Theta, yang ditandai diterimanya sebuah pesan-pesan mental.

  • Beta (12-25 Hz) (Kritis, analisa, rasional, pemecahan masalah, matematika) Dominan pada saat kita dalam kondisi terjaga, menjalani aktifitas sehari-hari yang menuntut logika atau analisa tinggi, misalnya mengerjakan soal matematika, berdebat, olah raga, dan memikirkan hal-hal yang rumit. Gelombang beta memungkinkan seseorang memikirkan sampai 9 obyek., gelombang ini merangsang otak mengeluarkan hormon kortisol dan norepinefrin yang menyebabkan cemas, khawatir, marah, dan stress.
  • ALPHA ( 8 hz – 12 hz ) Kondisi pada umunya ketika seseorang berada pada gelombang Alfa yaitu, Khusu’, meditasi, relaks, damai, fokus, secara bersamaan hormon serotonin dan endorfin yang menyebabkan seseorang merasa tenang, nyaman dan bahagia. Gelombang alpha akan membuat imunitas tubuh meningkat, pembuluh darah terbuka lebar, detak jantung menjadi stabil, dan kapasitas indra kita meningkat.
  • THETA ( 4 hz – 8 hz ) Meditasi dalam, hampir tidur, atau tidur disertai mimpi, super fokus, Seseorang akan menjadi lebih khusyuk, lebih rileks, pikiran hening dan intuisi muncul. Ini semua terjadi karena otak mengeluarkan hormon melatonin, catecholamine dan AVP ( Arginine vasopressin).
  • DELTA (0.5 hz – 4 hz) Tidur lelap, tanpa mimpi. Tubuh Anda melakukan proses penyembuhan diri, memperbaiki kerusakan jaringan, dan aktif memproduksi sel-sel baru saat Anda tertidur lelap i gelombang ini otak mengeluarkan HGH (Human Growth Hormone/ hormon pertumbuhan) yang bisa membuat orang awet muda. Bila seseorang tidur dalam keadaan Delta yang stabil, kualitas tidurnya sangat tinggi. Meski hanya beberapa menit, ia akan bangun dengan tubuh tetap merasa segar.

Hanya ketika seseorang berada pada gelombang Alfa dan Theta lah seseorang dapat diberikan pesan-pesan mental atau sugesti-sugesti positif.

Mitos Hipnosis

  1. Hipnosis itu membuat seseorang tertidur. Ini mitos. Pada dasarnya seseorang yang dihipnosis itu tidak tidur, namun berada pada kondisi relaks dan tenang.
  2. Hipnosis menggunakan ilmu hitam. Hipnosis tidak menggunakan ilmu hitam, jin, setan, dan kawan-kawan, Hipnosis menggunakan pendekatan ilmu psikologi dan ilmu komunikasi
  3. Hipnosis membuat seseorang kehilangan kesadaran. Ini mitos, Faktanya seseorang yang masuk dalam kondisi hipnosis tidak kehilangan kesadaran. Klien tetap mendengar apa yang terjadi disekelilingnya.

Manfaat Hipnoterapi sangat banyak.

  1. Penanganan stress
  2. Depresi
  3. Trauma psikis
  4. Kebiasaan buruk
  5. Kecemasan berlebih
  6. Ketakutan berlebih
  7. Obesitas
  8. Sistem imun
  9. Ingin langsing
  10. Negative thinking
  11. Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender
  12. Tidak termotivasi
  13. Sering bolos,
  14. Psikosomatik (Penyakit fisik yang diakibatkan pikiran
  15. Dan lainnya

Apakah Hipnoterapi mampu menangani kecemasan berlebih ?

Jawabannya, Sangat bisa. Anda bisa melihat berbagai penelitiannya disini

Bagaimana hipnoterapi mampu menangani gangguan kecemasan berlebih ?

Pada dasarnya, Setiap gangguan psikis atau psikosomatik itu berada pada wilayah terganggunya pikiran bawah sadar. Sehingga terapi yang sangat cocok buat penanganan kecemasan berlebih adalah Hipnoterapi. Karena hipnoterapi berfokus dalam penanganan masalah yang ditimbulkan dari kesalahan proses pikiran bawah sadar.

Di klinik saya, Klinik Hipnoterapi di Makassar, saya begitu banyak mendapatkan gangguan kecemasan berlebih. Biasanya saya menggunakan pendekatan Hipnoterapi Islami. Biasanya dalam menangani gangguan kecemasan berlebih, dapat ditangani 3-5 sesi. 1 sesi itu durasinya 60 menit atau 1 jam.

Biayanya hipnoterapi untuk kecemasan berlebih ?

Biayanya tergantung dari tingkat kecemasannya, Jika kecemasannya parah sampai melukai diri, berkisar antara RP 500.000,- hingga Rp 600.000,-/sesi.

Namun jika kecemasannya tidak seperti itu, hanya Rp 350.000,- hingga Rp 400.000,- sesi. Jika anda membutuhkan hipnoterapi untuk menangani gangguan kecemasan anda, anda bisa mendatangi klinik hipnoterapi kami di Makassar, bertempat di Jl Keindahan Raya 1, Blok AA, No 30, BTP, Makassar.

Kami juga menangani gangguan psikis dan psikosomatik lainnya. Anda bisa hubungi hipnoterapisnya langsung di 089613612972 whatsapp. Kami belum membuka klinik hipnoterapi di Maros, klinik hipnoterapi di Pangkep, klinik hipnoterapi di pare-pare, klinik hipnoterapi di Barru, klinik hipnoterapi di Palopo, klinik hipnoterapi di papua, klinik hipnoterapi di sumatera, dan lainnya, kami hanya baru membuka 3 cabang di kota Makassar.

Jika ada pertanyaan silahkan tinggalkan di kolom komentar atau whatsapp saya di 089613612972

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *