Apakah Hipnoterapi Membatalkan Puasa? Ini Penjelasannya!

Bagaimana hukumnya melakukan hipnoterapi selama puasa? Apakah Hipnoterapi Membatalkan Puasa?

Jawabannya Tidak. Mari simak penjelasannya.

hipnoterapi membatalkan puasa

Sebelumnya, Mari kita ketahui dulu apa-apa saja yang membatalkan puasa. (Sebagaimana dikutip dari NU Online).

1. Masuknya makanan dan minuman kedalam tubuh. Semenjak Imsyak hingga sebelum berbuka puasa.

 

Makan dan minumlah sampai waktu fajar tiba dengan dapat membedakan antara benang putih dan hitam… (QS. Albaqarah, 2: 187)

“Jika lupa hingga makan dan minum, hendaklah menyempurnakan puasanya, karena sesungguhnya Allah yang memberinya makan dan minum” [Hadits Riwayat Bukhari 4/135 dan Muslim 1155]

 

2. Berhubungan intim dengan suami dan istri (pasangan) disiang hari.

“Bukankah jika haid dia (wanita) tidak shalat dan puasa ? Kami katakan : “Ya”, Beliau berkata : ‘Itulah (bukti) kurang agamanya” [Hadits Riwayat Muslim 79, dan 80 dari Ibnu Umar dan Abu Hurairah]

Dalam riwayat lain.

تَمْكُثُ اللَّيَالِي مَا تُصَلِّي، وَتُفْطِرُ فِي رَمَضَانَ فَهَذَا نُقْصَانُ دِيْنِهَا

” Beberapa malam dia diam tidak mengerjakan shalat dan tidak juga berpuasa pada bulan Ramadhan. Dan inilah kekurangan agamanya”[Muslim (79) dan (80) dan Ibnu Umar dan juga dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu)

 

3. Onani dan Masturbasi.

pendapat ulama Hanafiyah, Syafi’iyah dan Hanabilah. Dalil hal ini adalah sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

يَتْرُكُ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ وَشَهْوَتَهُ مِنْ أَجْلِى

“(Allah Ta’ala berfirman): ketika berpuasa ia meninggalkan makan, minum dan syahwat karena-Ku”. Mengeluarkan mani dengan sengaja termasuk syahwat, sehingga termasuk pembatal puasa sebagaimana makan dan minum.

 

4. Muntah yang disengaja.

“Barangsiapa yang terpaksa muntah, maka tidak wajib baginya menqadha puasanya. Dan barangsiapa muntah dengan sengaja, maka wajib baginya menqadha puasanya” (Hadits Riwayat Abu Daud 2/310, At-Tirmidzi 3/79, Ibnu Majah 1/536, dan Ahmad 2/498.

 

5. Hilang akal. Point yang dimaksud dalam hal ini adalah yang pertama, gangguan kejiwaan, dan yang kedua adalah mabuk atau pingsan.

 

6. Merokok

Salah satu ulama mazhab Syafii bernama Syekh Sulaiman al-‘Ujaili menyebutkan dalam kitabnya Hasyiyatul Jamal:
وَمِنْ الْعَيْنِ الدُّخَانُ لَكِنْ عَلَى تَفْصِيلٍ فَإِنْ كَانَ الَّذِي يَشْرَبُ الْآنَ مِنْ الدَّوَاةِ الْمَعْرُوفَةِ أَفْطَرَ وَإِنْ كَانَ غَيْرَهُ كَدُخَانِ الطَّبِيخِ لَمْ يُفْطِرْ هَذَا هُوَ الْمُعْتَمَدُ
Artinya: “Dan termasuk dari ‘ain (hal yang membatalkan puasa) adalah asap, tetapi mesti dipilah. Jika asap/uap itu adalah yang terkenal diisap sekarang ini (maksudnya tembakau) maka puasanya batal. Tapi jika asap/uap lain, seperti asap/uap masakan, maka tidak membatalkan puasa. Ini adalah pendapat yang mu’tamad (dirujuk ulama karena kuat argumentasinya).” (Lihat Sulaiman al-‘Ujaili, Hasyiyatul Jumal ‘ala Syarhil Minhaj, Beirut, Darul Fikr, juz 2 halaman 317)
Begitu pula dalam Tuhfatul Muhtaj dinyatakan bahwa asap tembakau yang diisap itu membatalkan puasa. Penulis kitab tersebut, Imam Ibnu Hajar al-Haitami, menyebutkan bahwa rokok dianggap membatalkan puasa karena memiliki ‘sensasi’tertentu yang dapat dirasakan dari kandungan tembakaunya (Lihat Ibnu Hajar al Haitamin, Tuhfatul Muhtajfi Syarhil Minhaj, Mesir, al-Maktabah at-Tijariyah al-Kubra, 1983 M, juz 3 halaman 400-401).

7. Haid dan Nifas.

Imam Syaukani berkata (Dararul Mudhiyah 2/22) : “Jima’ dengan sengaja, tidak ada ikhtilaf (perbedaan pendapat) padanya bahwa hal tersebut membatalkan puasa, adapaun jika jima’ tersebut terjadi karena lupa, maka sebagian ahli ilmu menganggapnya sama dengan orang yang makan dan minum dengan tidak sengaja”

Ibnul Qayyim berkata (Zaadul Ma’ad 2/66) : “Al-Qur’an menunjukkan bahwa jima’ (hubungan badan) membatalkan puasa seperti halnya makan dan minum, tidak ada perbedaan pendapat akan hal ini”.

Dalilnya adalah firman Allah.

فَالْآنَ بَاشِرُوهُنَّ وَابْتَغُوا مَا كَتَبَ اللَّهُ لَكُمْ ۚ

“Maka sekarang campurilah mereka dan carilah apa yang telah ditetapkan Allah untuk kalian” [Al-Baqarah : 187]

Itulah beberapa hal yang menyebabkan batalnya puasa seseorang.

Nah, Bagaimana dengan Hipnosis/Hipnoterapi?

Mari simak baik-baik.

Hipnosis adalah sebuah kondisi dimana seseorang berada pada kondisi nyaman, relaks, dan santai. (Baca gelombang otak Alfa-Theta Frekuensi , gelombang Alfa berkisar antara 7-14 Cps. sedangkan Gelombang otak Theta 3,5-7 Cps.).

Kondisi hipnosis tidak membuat seseorang tertidur apalagi kehilangan kesadaran atau tidak sadar. kondisi seseorang yang sedang mengalami atau menjalani sesi hipnoterapi pada dasarnya.

Seseorang yang dihipnoterapi hanya berada pada kondisi yang begitu santai, nyaman dan relaks..

Anda dapat mendengar, dan merasakan jika disentuh, bahkan merasakan apapun yang ada didalam ruangan, seperti kipas angin, AC (Air Condition), suara hujan, kendaraan, dan lainnya.

Ini adalah hipnosis yang sesungguhnya. yang dapat dijelaskan secara ilmiah melalui analisa gelombang otak atau brainwave.

Beda halnya dengan Pingsan. Ketika seseorang pingsan maka, gelombang otaknya berada pada gelombang otak Delta.

Frekuensi pikiran pada wilayah gelombang ini berada pada kisaran 0,5-3,5 Cps.

Saya pertegas kembali, Sedangkan Hipnosis berada pada gelombang otak Alfa dan Theta.

Dengan kata lain, Kondis Hipnosis Hipnoterapi tidak sama dengan pingsan.

Maka dari itu Hipnosis atau menjalani Hipnoterapi Tidak membatalkan puasa. Hipnosis Hipnoterapi tidak membuat seseorag kehilangan kesadaran.

.
Coach Risman,A, CHt, CI.
Hipnoterapist

#HipnoterapiMakassar #Hipnoterapi #Hipnosis #Psikoterapis

Anda Butuh bantuan Hipnoterapis ?

klik wa.me/+6289613612972 (Whatsapp) 089613612972

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *