Hobby Selingkuh. Sembuh setelah di Hipnoterapi

Sebut saja nama samarannya Lia (27 tahun). Datang ke saya, dengan keluhan stress hingga mengalami psikosomatik, yaitu berupa sakit dikepala.

Psikosomatik merupakan Penyakit fisik yang diakibatkan oleh pikiran.

Lia juga menceritakan kalau ia sudah ke psikolog dan mengambil 6 sesi. Ia selalu diberi tugas oleh psikolog dan di evaluasi setiap kali bertemu.

Namun pengakuan Lia, ia tidak bisa mengikuti setiap tugas yang diberikan secara maksimal. Hingga akhirnya ia menghubungi saya.

Seperti biasa, jika saya mengindikasikan klien mengalami psikosomatik, Saya meminta Lia untuk mendatangi Psikater terlebih dahulu, mengecek kondisi psikis Lia, apakah menbutuhkan obat apa tidak.

3 minggu berselang, Lia kembali menghubungi saya, Dan mengatakan porgres pengobtannya. Lia mengaku tetap saja stress. Mendengarkan hal itu, Saya memutuskan untuk menangani Lia.

4 hari kemudian Ia datang, dijadwal yang telah ditentukan. Ia seperti Mahasiswa S2, tidak menggunakan jilbab, baju orange, dan menggunakan rok putih, dengan bibir yang berwarna natural.

Saya kemudian melakukan beberapa teknik interview dalam hal menggali informasi dengan cepat.

1. Pada momen apa saja Lia mengalami stress ?
2. Apa yang terjadi jika Lia stress ?
3. Apakah ada seseorang yang membuat Lia stress dll ? dan seterusnya

Teknik ini saya label dengan Problem Interview, Karena interviewnya hanya berfokus pada problem.

Karena ada bahasa tubuh yang saya perhatikan agak aneh, membuat saya harus lebih membangun keakraban lagi dengan Lia (Building Rapport NLP) beberapa menit.

Akhirnya Lia mau mengungkapkan yang sebenarnya, Bahwa Lia dipusingkan dengan beberapa orang.

Ia pusing karena miliki banyak pacar

Ia memiliki beberapa orang pacar berprofesi sebagai ( 2 orang T*I, P*li*i, Staff Bank, Mahasiswa S2 dan Seorang lagi dari kalangan Arsitektur).

Kemudian saya bertanya kepada Lia, Pada waktu dia ke Psikolog, Apakah dia menceritkan hal ini ?, Iapun mengatakan “Tidak semuanya, saya hanya fokus membahas stress saya terhadap kehidupan saya, kuliah dan pekerjaan saya”

Dari hasil interview ini, ternyata Lia mencintai semua pacarnya, dan ia selalu ketakutan jika pacar-pacarnya mengetahui yang sebenarnya, Itulah mengapa beberapa tahun ini Lia begitu stress.

Namun ketika saya bertanya, “Kalau itu membuat kamu stress, kenapa kamu terus menambah pacar kamu ?”

Lia juga bingung,

Ia tidak bisa menolak jika ada yang mencintainya. Jadi semuanya ia terima, tanpa sepengetahuan pacar pacar yang lainnya, Beberapa diantaranya Memang LDR. namun kerap menemui Lia dalam sebulan, 3 bulan dstnya.

Kemudian saya terus menggali, Apa intensi Lia melakukan hal tersebut sehingga pada akhirnya lia stress dan psikosomatik.

Dikarenakan saya tidak mendapatkan informasi yang memuaskan kemudian saya melakukan edukasi terlebih dahulu kepada Lia sebelum saya hipnoterapi.

Beberapa diantaranya, Hipnosis menggunakan pendekatan ilmu komunikasi, psikologi dan NEuro Science, Lia tidak akan kehilangan kesadaran dan lainnya. Setelah semua persiapan sudah selesai,

Saya langsung melakukan Induction kepada Lia, Kurang dari semenit, Lia langsung memasuki kondisi Hipnosis “medium trance“, dan tiba-tiba menangis dan meronta-ronta.

“Saya tidak mau begini, Lelah, maafkan saya, maafkan, saya lelah” kurang lebih itu yang Lia katakan dengan lantang sambil menangis.

Setelah saya menenangkan Lia, Kemudian saya melakukan age regresi khusus kepada Lia, untuk mundur kemasa lalu, mencari akar masalah mengapa Lia bisa melakukan hal tersebur, Mengapa lia dengan entengnya suka hingga cinta pada orang lain.

Kehilangan Ayah

Dapat … Ternyata Lia, kehilangan Ayahnya diusia 25 tahun, Ia anak yang paling dimanja, apapun yang Lia inginkan pasti dipenuhi ayahnya. Ayahnya adalah orang terpandang di daerah tempat tinggalnya.

Namun ketika Ayah Lia meninggal, semuanya seperti terbalik dengan sekejap. Tante-tante Lia, tiba-tiba menjauh dari keluarganya, bahkan sering kali membuly Lia dan ibunya.

Kehilangan sosok ini lah yang membuat Lia takut, tidak ada lagi yang mau mengikuti keinginannya, kemauannya, tidak ada lagi sosok yang melindunginya, menemani Lia ketika sedih dan seterusnya.

Ketika ia ditembak oleh seorang T*I (menyatakan cinta), Lia begitu senang, tampak raut wajahnya yang begitu riang dalam kondisi terhipnosis.

Ia begitu bahagia mendapatkan sosok yang akan menjaga dan menemani Lia.

Beberapa bulan kemudian Lia ditembak juga oleh orang lain yang juga seorang T*I, Entah mengapa ia juga begitu senang. Iapun menerima cinta pacar ke 2 nya tersebut.

Begitu seterusnya, Lia senang banyak orang yang melindungi ia tenang dan bahagia, kemauannya selalu dituruti oleh mereka.

dipikiran bawah sadar Lia

Ternyat inilah yang menjadi problem dipikiran bawah sadar Lia, Sehingga Lia memiliki perilaku seperti ini. Tak sampai disitu ada kisah yang lain yang saya dapat.

Lia sakit hati, diputuskan oleh pacar pertamanya, disaat ia sudah memberikan semua hidupnya, termasuk keperawanannya kepada pacarnya tersebut untuk pertama kalinya.

Sayangnya Lia tetap saja memberkan dirinya kepada pacar-pacarnya. Karena ia takut disakiti dan ditinggalkan.

Ini membuat Lia makin gencar mencari pacar lainnya, setelah memiliki 4 pacar dstnya.

Sunggu tragis. Setelah menggali-gali lagi dipikiran bawah sadarnya, saya sudah tidak menemukan akar masalah yang lainnya

Saya langsung melakukan berbagai teknik hipnoterarapeutik kepada Lia diantaranya :

  • 1. Memaafkan dirinya, keadaan dan semua yang pernah melukai hatinya.
  • 2. Part Therapy Modfication with NLP, membagi dua bagian dirinya, kemudian diajak berdialog, dan menemukan solusi terbaik.
  • 3. Pray Therapy : agar Lia insyaf dari perbuatannya
  • 4. Time Line Schale Therapy : agar Lia mendapatkan solusi-solusi terbaik buat hidupnya.
  • 5. Dstnya.

1 jam lebih saya melakukan hipnoetrapi kepada Lia, Akhirnya selesai. Ia menjadi lebih tenang dan bahagia, siap menjalani hidupnya. Lia juga sudah mendapatkan solusi buat hidupnya.

Sebulan kemudian Lia memberikan kabar, Jika ia tidak punya pacar dan selingkuhan lagi.

Ia lebih tenang sekarang, fokus akan karirnya. Ia juga mengatakan ia sudah tidak pernah stress dan sakit kepala lagi setelah semuanya berakhir.

Inilah sebagian kisah klien hipnoterapi saya,
Semoga kisah ini menjadi pembelajaran buat kita semua.

Coach Risman.A

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *