“Mengontrol Keuangan dengan Hipnoterapi”

Kali ini kisah tentang bagaimana klien ini bisa mengontrol keuangan dengan hipnoterapi.

Gangguan compulsive shopping disorder atau yang juga dikenal sebagai compulsive buying disorder merupakan jenis gangguan kontrol impuls dan kecanduan perilaku, yang mungkin berkaitan dengan gangguan obsesif kompulsif (OCD)

Kalimat ini tepat bagi klien saya satu ini. Ketika ia gajian uangnya cepat habis sebelum gajian berikutnya.

Belum menikah, Masih tinggal sendiri di kos membuatnya lebih gusar menghadapi permasalahan ini. yaitu mengontrol keuangannya,

Sehingga ia berfikir ia mengalami gangguan psikis, yang membuat dia tidak mampu mengelola uang. seperti sakit kepala di tanggal tua.

Singkat cerita ia bertemu dengan saya, Dan menceritakan masalahnya pada saya. Ia sangat berharap hipnoterapi mampu mengubah kebiasaannya dalam mengelola uang. “Mengontrol keuangan dengan hipnoterapi”

Setelah ia siap menjalani hipnoterapi, Sayapun melakukan edukasi padanya.

Edukasi ini sangat penting

Hipnoterapi tidak menggunakan jin, mantra, ilmu hitam, bahkan tidak seperti hipnotis yang ada di tv. Hipnosis itu ilmiah hanya menggunakan pendekatan ilmu komunikasi dan psikologi.

Info lanjutnya anda bisa klik disini tentang edukasi hipnoterapi.

Mengontrol keuangan dengan hipnoterapi
Mengontrol keuangan dengan hipnoterapi

Sesudah ia menerima semua informasi dan edukasi hipnoterapi, Iapun lebih siap menjalani sesi hipnoterapi. Sayapun langsung membawa dia kekondisi relaks, kondisi hipnosis yang dalam (Medium Trance).

Sayapun bertanya padanya, Apa yang ia lakukan terhadap gajinya sehingga lebih cepat habis,

Ia pun berkata “Uangnya dipake traktir teman, kadang membelikan orang tuanya pakaian (Daster, jilbab, sarung) dikampung, Bahkan kerap sering membelikan tetangga orangtuanya dikampung”

Sepeti biasa saya menggunakan Age Regresi, memundurkan ingatan klien ke masa lalu, Untuk mengakses akar masalah, Awal Mengapa ketika ia gajian, Uangnya selalu habis sebelum gajian berikutnya.

Ini yang saya dapatkan dimasa lalu

Ternyata di masa lalu, Pak Andri adalah orang yang serba kekurangan. Andri adalah anak satu-satunya. Perasaannya begitu peka.

Ia sering mendengarkan orang tuanya berkata “Andaikan, kita punya banyak uang, pasti kita bisa beli makanan lainnya,”, “Andaikan punya uang pasti kita bisa beli baju baru untuk berlebaran” dll

1. Inilah yang membuat pikiran bawah sadar pak Andri membentuk pola. “Kalau saya punya uang kelak, Saya akan membelikan mereka pakaian”, “Tetanggapku-pun akan kubelikan beberapa kado”

Dilain sisi, Karena pak Andri berfokus membantu orang tua di ladang, membuat pak Andri selalu mengabaikan teman-temannya di kampus. Ia di anggap orang yang sombong, Dan tidak pandai bergaul.

Disaat bangku kuliah, Ia berusaha mencari teman. Dengan cara mentraktir mereka dari uang jajan yang diberikan ayahnya. Menariknya pada saat itu ia mendapatkan teman yang banyak.

Teman-temannya sangat senang berteman dengan pak Andri, Namun ketika pak Andri tidak punya uang, Temannya lenyap satu persatu. Ia merasa kehilangan teman.

Teman sejatinya hanya 2 orang saja. Tapi tetap saja ia merasa, Kesepian.

2. “Jika saya punya uang, Saya akan traktir mereka, Karena hanya dengan traktir mereka saya punya banyak teman. Saya punya banyak teman berarti saya bahagia”

Kurang lebih begitulah pola bawah sadar pak Andri membetuk kebiaasannya.

Kemudian saya mencari, Beberapa pola lagi yang menurut saya keliru.Hanya saja pada point 1 & 2 inilah yang paling kuat mempengaruhi pikiran bawah sadarnya.

Membuat pak Andri, yang ketika gajian, Uangnya lebih cepat habis sebelum gaji berikutnya tiba. Sayapun langsung melakukan edukasi ke pikiran bawah sadarnya.

Direct Suggestion

Jika masih ada cara yang lain untuk membuatnya bahagia yaitu mengelola uang dengan baik. Ketika uangnya terkumpul ia bisa cepat menikah dan memberikan kado terindah buat ibunya yaitu cucu dan masih banyak keuntungan jika ia mampu berhemat.

Dan carilah teman sejati, yang tak perlu banyak. Cukup yang ada pada saat kita susah dan senang. Mampu membantu kita dikala sulit dan membersamai ketika kita senang,

Masih banyak lagi edukasi yang saya berikan. Alhamdulillah pikiran bawah sadar pak Andri menerima.

“Dalam hitungan 2 – 3, Hitungan ke 3 buka mata anda”, Proses terminasi pun selesai. Proses akhir dari hipnoterapi.

Setelah pak Andri membuka mata, Kemudian saya melakukan coaching pada pak Andri. Agar ia mendapatkan berbagai perencanaan kedapan untuk medapatkan uang tambahan dan mampu mengelola uangnya.

Tujuannya ? Ia bisa berhemat, disisi lain, Untuk tidak memutuskan biatnya untuk memberikan sesuatu pada orang tuanya berupa uang atau pakaian setiap bulannya dari penghasilan tambahannya.

Sesi coachingpun berakhir, Total waktu yang saya gunakan untuk menangani pak Andri adalah 1 jam 30 menit lewat. Alhamdulillah berakhir juga.

Kabar gembiranya, Pak Andri telah menghasilkan penghematan 50% dari gajinya setiap bulan. dan siap menerima gaji ke 3 setelah hipnoterapi.

Ia Mengabarkan

Ia mengatakan ia telah mampu mengelola keuangannya dengan sangat baik.

Ia senang dan betul-betul menyadari bisa mendapatkan teman-teman yang selalu ada dikala senang mapun duka ternyata hanya ada 2 orang saja dikantornya.

Sayapun turut senang akan kabar dari pak Andri. Salah satu ke bahagian setelah mengikuti pelatihan hipnoterapi, Dan menjadi hipnoterapist.

Coach Risman.A
Hipnoterapi Makassar & Master Trainer NLP

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *