[Study Kasus Hipnoterapi] – Alami Pelecehan Seksual, Gadis Ini Mengurung Diri Selama 14 Tahun

Studi kasus hipnoterapi kali ini adalah tentang salah seorang klien saya yang mengalami pelecehan seksual di masa kecilnya. Saya melakukan hipnoterapi di sela-sela waktu mengisi salah satu training NLP yang saya adakan. Karena saya anggap urgent, maka saya memanggilnya ke hotel tempat saya melakukan training, dan melakukan hipnoterapi kepadanya pada jam istirahat training.

Mari kita simak bagaimana pelecehan seksual membuatnya menjadi pribadi yang penakut, pemalu dan hanya bisa mengurung diri di kamar selama kurang lebih 14 tahun..

Dan bagaimana hipnoterapi mampu menangani kasus seperti ini?

Studi Kasus Hipnoterapi - Alami Pelecehan Seksual, Mengurung Diri 14 Tahun

Mengurung Diri Selama 14 Tahun Bahkan Hampir Bunuh Diri.

Sebut saja nama nia. Usianya 20 tahun. Ibunya membawa nia kepada saya karena nia sangat pemalu, sedikit bicara, nilainya selalu rendah, temannya hampir tidak ada dan lebih suka mengurung diri.

Pernah suatu ketika, Ibunya melihat nia memegang sebuah silet dan mengiris-iris lengannya.

Untung sayatannya kurang dari 2 irisan, Ibunya lekas menghentikannya.

Melihat semua itu, ibunya sudah berusaha ikhtiar dengan banyak cara. Setahun ini, nia pulang balik ke dokter dan psikiater. Bahkan tak sedikit yang mengarahkannya ke psikolog.

Namun pada akhirya semua proses itu harus terhenti di tengah jalan. Ibunya sudah menyerah. Selain tidak menimbulkan hasil apa-apa, pengobatan ini juga sudah menguras kantong keluarga dalam jumlah yang tidak sedikit.

Singkat cerita, ibunya mendapatkan nomor wa saya dari salah seorang alumni NLP saya. Karena urgent untuk ditangani, saya minta ia datang ke saya.

Seperti yang saya duga, Muka nia selalu nunduk, seperti memelas, dan cenderung berada dibawa ketiak mamanya. Nia yang berjilbab besar tak sesekalipun melirik saya.

Melakukan Hipnosis Tidak Langsung

Melihat hal ini, saya mencari cara agar ia mau melakukan sesi hipnoterapi. Sebab saya yakin, dengan kondisi seperti ini, faktor kritis di pikiran sadar Nia pasti menolak untuk di hipnoterapi.

Karena itu, saya mencoba mengajaknya berandai-andai.

Gimana jadinya kalau kamu punya banyak teman dan sahabat, dan mereka selalu ada untuk membantumu setiap kamu punya masalah?

Ia tersenyum. Ibunya pun tersenyum melihat anaknya itu.

Setelah itu, sayapun melanjutkan, “Apa yang kamu rasakan setelah membayangkan itu semua?

Senang dan bahagia!” Jawabnya sambil tersipu malu.

Apakah kamu ingin betul-betul merasakan hal itu?

Ya“, kata nia.

Maukah kamu menjalani sebuah permainan anak-anak, dimana kamu bisa membayangkan apa yang saya katakan?”,

Ia mengangguk.

Ok, tutup mata ta’ nia, sekarang!“, Ia menurut.

Secara tidak langsung saya melakukan hipnosis kepada Nia, tanpa sepengetahuan pikiran sadar nia yang bersifat kritis dan analitis.

Mencari Akar Masalah di Masa Lalu

Secepatnya pula saya langsung mengajak pikiran bawah sadar nia ke masa lalu, dan mencari akar masalah (Root Case), mengapa nia bisa seperti sekarang.

Pelan-pelan, saya menemukan sebuah rangkaian peristiwa yang sangat memilukan.

Ternyata, di masa lalu, saat ia beranjak duduk di bangku SMP kelas 1, ayahnya meniggal dunia karena kecelakaan di salah satu daerah di Sulawesi Selatan. Tapi bukan itu akar masalahnya.

Sepeninggal ayahnya, ibu nia harus bekerja mencari uang. Karena itu ia menitipkan Nia untuk tinggal bersama pamannya. Nia manut. Kebetulan pamannya ini adalah seorang duda dan tidak punya anak.

Sayang, setelah beberapa bulan tinggal di rumah pamannya, Nia mengalami pelecehan seksual.

Payudaranya selalu diremas oleh pamannya itu. Bahkan seringkali om-nya memasukkan penisnya ke dalam mulut Nia.

Dan ini terus berlangsung selama 2 tahun. Nia kecil tidak bisa memberontak. Ia diancam.

Akhirnya semua kajadian ini membuat nia menjadi penakut, malu dan hanya bisa menutup diri. Ia takut menceritakan apa yang dialaminya kepada siapapun. Ia enggan bertemu dengan orang, lantaran takut kalau-kalau keceplosan, dan akhirnya ketahuan.

Pernah beberapa kali nia disekap di kamar dan dicubit bagian buah dadanya, karena ia pernah mengancam pamannya akan melaporkan semua perbuatannya pada ibunya. Mulutnya di sekap.

Karena kesakitan dan ketakutan, Nia hanya bisa menangis dalam hati. Pasrah, Nia berikrar tidak akan mau menceritakan kejadian ini lagi kepada siapa-siapa. Semenjak itulah nia menjadi pendiam, pemalu, penakut dan sebagainya.

Dikelas 3 SMP, Om-nya meninggal karena, penyakit liver, Nia pun yang melihat kematian Om-nya di depan matanya, membuat ia begitu takut.

Setelah dikembalikan ke Ibunya, nia terus mempertahankan perilakunya tersebut.

Masih takut menceritakan semuanya pada ibunya. Nia takut jika ibunya sedih dan syok.

Ibu nia yang mendengar itu semua, meneteskan air mata dan begitu marah disertai perasaan bersalah karena telah menitipkan nia ke pamannya. Marah karena ia tidak bisa merawat nia karena sibuk mencari uang untuk nia.

Ikhlas dan Menerima Semuanya

30 menit lebih proses hipnoterapi berjalan, saya menggunakan beberapa metode untuk menghilangkan emosi ketakutan, trauma, dan part yang terluka di dalam diri Nia.

Alhamdulillah, tuntas selama 35 menit terapi,

Waktu nia membuka matanya, nia langsung memeluk ibunya dan meminta maaf karena tidak membicarakan ini semua dari dulu.

Setelah waktu istirahat training saya habis, pesertapun sudah mulai masuk kedalam ruangan training.

Setelah diterapi, Alhamdulillah, nia sudah banyak kemajuan, dia begitu mudah curhat dengan ibunya.

Seminggu kemudian ibunya mengabarkan ia sudah riang, sudah mulai tertawa ketika melihat tv adegan lucu, menariknya ia selalu mengajak teman-temannya ke rumah untuk tugas kelompok pada hari libur.

Ibunya begitu senang, melihat nia sering berbicara mengeluarkan ide dan pendapatnya.

Dari kisah ini, semoga kita mendapatkan pelajaran.

Demikian studi kasus hipnoterapi kali ini. Bagaimana menurut teman-teman? Share di komentar ya..

 

Coach Risman.A

Your Hipnoterapis

Jika anda membutuhkan hipnonoterapi atau ingin belajar Hipnoterapi di Makassar, anda bisa menghubungi saya di  wa.me/+6289613612972

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *