[Study Kasus Hipnoterapi] Pria Ini Tidak Bisa Jatuh Cinta dan Enggan Menikah Hingga Usia 38 Tahun

Study Kasus Hipnoterapi kali ini adalah kisah tentang seorang pria yang tidak bisa merasakan jatuh cinta, selalu menutup diri dari wanita dan enggan menikah.

Apa penyebab masalahnya? Dan bagaimana pada akhirnya hipnoterapi bisa membantunya mendapatkan wanita pujaannya? Mari kita simak kisahnya berikut ini..

Study Kasus Hipnoterapi

Tidak Bisa Jatuh Cinta?

Ketika tengah asyik mendalami beberapa study kasus hipnoterapi, Salah satu senior saya di SMPN 25 Makassar, hari itu tiba-tiba menghubungi saya via Whatsapp.

Ia meminta saya untuk mengatur jadwal kosong untuknya. Meski belum tahu masalahnya, saya pun mengiyakan. Mengingat ia adalah senior baik saya.

Di Whatsapp, ia tidak memberi tahu masaalahnya. Tapi saya tahu, Ia menghubungi saya karena ia tau saya seorang hipnoterapis.

Sebut saja namanya Andri. Salah satu siswa cerdas di sekolah. Selalu duduk di kelas-kelas unggulan di sekolah kami. “Ada apa ya?” Saya mencoba menerawang.

Tiba hari ketika bertemu. Ia menceritakan, kalau selama ini, dirinya belum menikah sampai diumurnya sekarang. 38 Tahun.

Ia tidak pernah menembak seseorang perempuan. Kecuali di SMP, pernah Ia menyukai seorang perempuan sejak kelas 1 SMP … “tapi… yah hanya sekedar suka” Katanya.

Hingga pada akhirnya kelas 2 SMP, perempuan itu direbut oleh sahabatnya sendiri.

Setelah itu ia tidak lagi pernah menyukai perempuan. Pikirku barangkali ia sudah memilih jalan hidup sebagai Gay (homoseksual).

Hmmm… Pasti ada problem di pikiran bawah sadarnya. Kenapa Ia belum bisa jatuh cinta dan menikah sampai seusia ini.?

Mencari Akar Masalah di Masa Lalu

Sebagian besar masalah dalam study kasus hipnoterapi memang berawal dari sebuah kejadian di masa lalu. Umumnya masa kecil. Masa di mana pikiran kritis seseorang belum terbentuk secara sempurna. Dengan kata lain, yang aktif adalah masih pikiran bawah sadarnya.

Yang kita tahu, bahwa pikiran bawah sadar ini sangat mudah menerima apapun kejadian yang dialaminya. Sifatnya yang emosional, akan selalu berusaha melindungi sang empunya dari hal yang tidak baik. Meski pada banyak kasus, caranya kurang memberdayakan.

Maka setiap kali merasakan kejadian yang dianggap mengancam, atau menyakiti kita. Pikiran bawah sadar akan bereaksi sesuai dengan program yang ia yakini.

Kembali ke study kasus hipnoterapi Andri…

Setelah menjelaskan tentang Hipnosis dan Hipnoterapi kepadanya, Ia pun bersedia untuk menjalani hipnoterapi.

Langsung saja saya membawa Andri memasuki kondisi Hipnosis yang tidak terlalu dalam.

Setelahnya, saya mengajak dia untuk mencari akar masalah, Mengapa ia belum bisa menikah hingga sekarang.

Viola!! Dapat!! Pikiran bawah sadarnya menceritakan bahwa ia tidak ingin menikah, sebelum orang tuanya melihat ia sukses. Ia tidak ingin orang tuanya dan keluarganya dihina dan direndahkan oleh tetangga dan sanak kerabat lantaran miskin dan menderita.

Menarik nih….

Mengetahui hal itu, saya langsung saja membawanya ke masa lalu. Untuk mencari tahu apa yang sebenarnya yang terjadi.

Ternyata pada saat Andri kelas 2 SD, Ia mulai menyadari perlakukan saudara-saudari Ibunya yang selalu menampar, mencaci maki, bahkan sering menipu Ibunya.

Andri lahir dari keluarga yang tidak mampu. Untuk bertahan hidup ibunya harus berjualan kue sehari-hari. Tak jarang, ibunya harus berhutang sana-sini demi mencukupi kebutuhan mereka.

Ayahnya wafat karena kecelakaan pada saat Andri kelas 1 SD.

Karena hutang itulah, kerap kali ibunya dihina, dicaci maki, ditampar dan segala perlakuan buruk lainnya. Andri kecil menyaksikan semua kejadian itu di depan matanya dengan perasaan hancur tanpa bisa berbuat apa-apa. Apalagi orang yang memperlakukan buruk itu tak lain adalah saudara, kerabat dan tetangganya sendiri.

Andri merasakan sakit hati yang begitu mendalam. Hatinya tersayat menyaksikan ibunya hanya bisa menangis.

Dalam kondisi demikian, Ibunya selalu berpesan, “Nak, kamu harus sukses, belajarlah yang serius, jangan sia-siakan air mata dan darah ibumu ini“. Inilah yang menjadi motivasi Andri untuk bisa sukses.

Sebuah Motivasi Yang…

Sebuah motivasi yang baik sejauh ini…

Suatu ketika pada saat duduk di kelas 6 SD, Andri sempat sakit dan tidak masuk sekolah selama 3 hari. Teman-temannya datang dan menjenguknya ke rumah.

Nita salah satu teman Andri yang paling khawatir pada saat itu. Ibunya melihat perlakuan Anita memijit Andri sambil meneteskan airmata.

Tidak ada orang pintar di kelas Andri, Ketika kamu sakit, Makanya makan yang banyak dan jaga kesehatan“, Masih terngiang kata-kata Nita kala itu. Sebuah energi positif mencuat dalam diri Andri.

Tapi energi positif itu ternyata tidak bertahan lama. Sepulang teman-temannya, Beberapa tetangganya juga datang. Tapi bukan untuk menjenguk, melainkan untuk menagih hutang. Sudah 2 bulan hutang itu tidak terbayar.

Ibunya tidak punya uang. Sontak saja, si tetangga ini melayangkan pukulan ke ibunya. Keributan terjadi. Tetangga-tetangga yang lain kaget tidak karuan. Ada apa ini?

Bukan malah ditolong, Tapi tetangga-tetangganya juga ikut mengolok-ngolok Ibunya, “Memang dia tukang hutang, Orang gila, dan tidak tau diri.” kata mereka.

Andri terus melihat kejadian itu, dan dirinya hanya bisa menangis sambil memeluk Ibunya.

Semuanya berlalu, Ibunya hanya bisa berpesan kepadanya untuk terus belajar, jadi orang sukses dan membantu dia untuk berjualan kue.

Ibunya juga berpesan, “Jangan pernah kamu berpacaran sebelum sukses, jangan pernah menyukai seorang perempuan jika kamu belum bisa menghidupi kita semua.”

Sejak saat itu, Andri bekerja keras dan tidak pernah sama sekali ingin jatuh cinta dan berpacaran.

Nah inilah akar masalahnya, mengapa ia belum juga menikah selama ini.

Sampai titik ini, Andri -senior saya- yang saat ini tengah menempuh kuliah Doktor di salah satu PTN masih menyandang predikat jomblo.

Biaya sekolah dari SD sampai SMA, selama ini adalah hasil pinjaman orang tuanya dari tetangga2 yang masih memperhatikan mereka. Ya… masih ada orang baik. Sembari menempuh pendidikan, ia juga membantu ibunya berjualan kue. Kebetulan ia dapat tempat untuk berjualan di salah satu sudut sekolahnya.

Dan syukurnya, karena termasuk anak yang pandai, ia bisa mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan sekolah perguruan tinggi. Mengejar cita-citanya untuk menjadi orang sukses. Mengingat petuah sang ibu kepadanya.

Semasa kuliah, segala macam cara ditempuh untuk mendapatkan uang jajan ataupun uang untuk membeli buku penunjang. Mulai dari jualan kue, online shop, sampai membuka les private bahasa inggris kepada anak-anak SMP.

Melakukan Program Ulang di Pikiran Bawah Sadar

Sejauh ini, Andri masih punya semangat dan motivasi sukses yang luar biasa. Sebuah kebanggan buatnya untuk bisa kuliah  ke perguruan tinggi. Jalan merengkuh kesuksesan perlahan terbuka. Tapi ada satu hal yang masih mengganggu…

Ya masalah utamanya yang belum juga bisa jatuh cinta dan enggan menikah. Meski usianya sudah hampir memasuki kepala empat.

Setiap kali menyukai perempuan, Peristiwa yang menyakitkan di masa lalu selalu terlintas. Itulah yang membuatnya selalu menutup diri dari wanita. Dan memilih untuk menghiraukan perasaannya.

Mengetahui hal ini semua, Saya langsung melakukan programming ke pikiran bawah sadar Andri. Dalam kasus ini, ada 3 hal yang saya lakukan.

  1. Memaafkan semua orang yang pernah menyakiti ibu dan dirinya di masa lalu.
  2. Memaafkan dirinya sendiri atas ketidakmampuannya membantu pada saat Ibunya dihina dan dipukul.
  3. Mengajaknya melihat masa depan yang cerah ketika ia telah menikah.

Proses semua ini berlangsung hingga 1 jam lebih. Dan alhamdulillah… semuanya berjalan lancar. Andri menerima semua itu.

Mengetahui tidak ada lagi yang mengganggu di pikiran bawah sadarnya, Sayapun membangunkannya. Sesi hipnoterapinya selesai.

Perasaannya lega dan plong, karena ia telah memafkan. Yang dalam hipnoterapi disebut dengan forgiveness therapy. Sebuah terapi yang sangat ampuh menangani banyak study kasus hipnoterapi selama ini.

Undangannya Datang… Akhirnya ia Menikah di Usia 38 Tahun.

Alhamdulillah 2 Bulan setelah di Hipnoterapi Ia membawakan saya undangan pernikahannya, Kaget bukan kepalang. “Alhamdulillah, jadi nikah nih?”, “Kuliahnya bagaimana?” tanya saya.

“Kalau itu gampang coach, Perempuan idaman saya sudah ada, Dan tidak ingin saya lepaskan, Mumpung kebelet nikah nih,”

Sekian Study Kasus Hipnoterapi kali ini. Apa hikmah yang bisa teman-teman petik dari cerita ini? Share di komen ya!!

Coach Risman. A
Your Hypnotherapist.

 

**Apakah anda mengalami atau mengenal orang yang kasusnya hampir mirip dengan kasus diatas ?

Jika YA, bantu dia, dengan mengarahkan mereka ke klinik Hipnoterapi kami.

Atau ikuti pelatihan hipnoterapi di Makassar Oleh Coach Risman Aris

Anda bisa menghubungi saya di wa 08913612972 atau wa.me/+6289613612972

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *